Pemprov Bangka Belitung Sepakat Memanfaatkan FABA untuk Backfilling

- Rabu, 27 Juli 2022 | 14:49 WIB
Ditjen Ketenagalistrikan, Ditjen Minerba, dan Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung serta PT PLN (Persero) melakukan pembahasan bersama di Komplek Perkantoran Air Itam Ruang Pertemuan Mahligai Provinsi Bangka Belitung. (ist)
Ditjen Ketenagalistrikan, Ditjen Minerba, dan Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung serta PT PLN (Persero) melakukan pembahasan bersama di Komplek Perkantoran Air Itam Ruang Pertemuan Mahligai Provinsi Bangka Belitung. (ist)

PANGKALPINANG,www.wowbabel.com -- Dalam rangka optimalisasi dan mendorong pemanfaatan _Fly Ash dan Bottom Ash_ (FABA) dari PLTU Batubara di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, salah satunya adalah dengan menggunakan FABA sebagai material _backfilling_ di bekas lubang tambang pada kegiatan reklamasi dan pasca tambang. 

Ditjen Ketenagalistrikan, Ditjen Minerba, dan Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung serta PT PLN (Persero) melakukan pembahasan bersama di Komplek Perkantoran Air Itam Ruang Pertemuan Mahligai Provinsi Bangka Belitung.

Direktur Teknik dan Lingkungan Ketenagalistrikan Kementerian ESDM M.P. Dwinugroho menyampaikan pemanfaatan FABA yang saat ini sudah memiliki dasar hukum antara lain: Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup pasal 465 ayat 2 huruf a dan b 2 yang menyatakan bahwa penimbunan limbah non B3 dapat dilakukan pada fasilitas penimbunan limbah non B3 berupa: penimbunan akhir limbah non B3 dan penempatan di area bekas tambang, Peraturan Menteri LHK Nomor 19 Tahun 2021 tentang Tata Cara Pengelolaan Limbah Nonbahan Berbahaya dan Beracun, pasal 21 ayat 2 huruf a dan b yang menyatakan bahwa penimbunan limbah non B3 dapat dilakukan pada fasilitas penimbunan limbah non B3 berupa: penimbunan akhir limbah non B3 dan penempatan di area bekas tambang, serta Peraturan Menteri ESDM Nomor 26 Tahun 2018 tentang Pelaksanaan Kaidah Pertambangan Yang Baik dan Pengawasan Pertambangan Mineral dan Batubara pasal 22 ayat 2 huruf c yang menyatakan bahwa pemegang Izin Usaha Pertambangan (IUP) Operasi Produksi dan IUP Khusus Operasi Produksi wajib melaksanakan Reklamasi tahap operasi produksi dan pasca tambang.  

“Potensi pemanfaatan dari FABA saat ini  untuk pencampuran bahan baku beton, FABA memiliki struktur yang sangat halus, bisa bereaksi di dalam beton menghasilkan beton yang lebih padat dan tahan terhadap serangan asam dan garam. Selain itu _fly ash_ bahkan bisa menyebabkan retak pada struktur bisa sembuh dengan sendirinya _(self-healing crack)_ sehingga sangat cocok dengan kondisi di Indonesia. FABA juga sudah diuji digunakan untuk  sektor pertanian, reklamasi pasca tambang, road base dan stabilisasi lahan, pemanfaatan FABA sebagai urugan lapisan dasar (sub base konstruksi jalan) dan material urugan lahan," terang Dwinugroho.

Sementara itu, General Manager PLN UIW Bangka Belitung, Amris Adnan menyampaikan sistem kelistrikan di Provinsi Bangka Belitung memiliki dua sistem kelistrikan besar yaitu Sistem Kelistrikan Bangka dan sistem kelistrikan Belitung. Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) dengan bahan bakar batubara.

Produksi FABA dimasing-masing PLTU tersebut lebih dari 1.200 ton/bulan untuk Air Anyir dan lebih dari 750 ton/bulan di Suge. Pemanfaatan yang sudah dilakukan di Pulau Bangka antara lain pembuatan paving block, batako, subtitusi bahan baku pabrik semen dan _batching plant. 

Sementara di Pulau Belitung dimanfaatkan di dalam pembuatan _paving block,_ batako, subtitusi bahan baku pabrik semen dan _batching plant,_ bahan baku penutup lubang dan media tanam penghijauan.

{separator}

Pada sesi pemaparan Vice Presiden Lingkungan PLN Kantor Pusat, Ajrun Karim, menyampaikan potensi pemanfaatan FABA untuk penutupan lubang dan reboisasi lahan pasca tambang dalam mendukung _circular economy_ daerah sangat besar. Karakteristik FABA memiliki sebagian kandungan/unsur yang ada di dalam tanah dan memiliki sifat pozolanik hampir seperti semen, sehingga sangat cocok untuk menambah unsur hara pada tanah pada pertanian dan penghijauan serta sangat cocok untuk penutupan bekas-bekas pertambangan serta FABA sebagai bahan untuk stabilisasi tanah ekspansif.

Halaman:

Editor: Barly Wow

Terkini

X