Bank Indonesia Perkuat Sinergi dan Inovasi, Kawal Kebangkitan Ekonomi

- Rabu, 30 November 2022 | 19:21 WIB
Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI) tahun 2022 dengan menghadirkan Presiden RI, Joko Widodo, dan Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo. (ist)
Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI) tahun 2022 dengan menghadirkan Presiden RI, Joko Widodo, dan Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo. (ist)

BANGKA BELITUNG, www.wowbabel.com -- Ekonomi yang kuat dan berdaya tahan menjadi kunci dalam menghadapi dinamika perubahan yang semakin kompleks, dalam menjawab tantangan tersebut, Bank Indonesia kembali menyelenggarakan acara Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI) tahun 2022 dengan menghadirkan Presiden RI, Joko Widodo, dan Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo.

Penyelenggaraan PTBI tahun ini, dengan mengusung tema "Sinergi dan Inovasi untuk Ketahanan dan Kebangkitan Ekonomi Menuju Indonesia Maju".

PTBI 2022 diharapkan mampu memberikan pandangan prospek ekonomi kedepan dan arah kebijakan Bank Indonesia tahun 2023 kepada stakeholders sebagai referensi dalam menentukan strategi dan kebijakan ditengah ketidakpastian global dan tekanan inflasi.

Baca Juga: Hindari Upal, Bank Indonesia Bangka Belitung Dorong Transaksi Non Tunai QRIS

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, menyampaikan sinergi dan inovasi menjadi kunci dalam mencapai ketahanan dan kebangkitan ekonomi Indonesia. Optimisme ketahanan dan kebangkitan ekonomi nasional terus diperkuat dengan tetap. mewaspadai ketidakpastian global, termasuk risiko stagflasi dan resflasi.

"Pada tahun 2023, perekonomian Indonesia diprakirakan tumbuh pada rentang 4,5-5,3% dan terus meningkat pada tahun 2024 menjadi 4,7-5,5%, sejalan dengan konsumsi swasta, investasi, dan kinerja ekspor yang tumbuh positif, pada tahun 2023, bauran kebijakan Bank Indonesia akan diarahkan untuk menjaga stabilitas kebijakan moneter (pro-stability)," ungkap Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, melalui rillis yang disampaikan Perwakilan Bank Indonesia Bangka Belitung, Rabu 30 November 2022.

Sementara 4 kebijakan lain, yaitu kebijakan makroprudensial, kebijakan sistem pembayaran, kebijakan pendalaman pasar keuangan, dan kebijakan ekonomi keuangan inklusif dan hijau akan diarahkan untuk mengakselerasi pemulihan ekonomi nasional (pro-growth).

Baca Juga: Bangun Sinergi, 20 Wartawan Ekonomi di Babel Ikuti Capacity Building dari Bank Indonesia

"Sinergi kebijakan antara Bank Indonesia dengan Pemerintah dan Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) akan terus diperkuat dalam menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan, serta mendorong kredit/pembiayaan kepada dunia usaha untuk mendukung pertumbuhan ekonomi," kata Perry Warjiyo.

Halaman:

Editor: Barly Wow

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X