Pelaku Usaha di Bangka Belitung Siap-siap, Ekspor Timah Bakal Disetop

- Kamis, 24 November 2022 | 13:55 WIB
Pj Gubernur Provinsi Kepulauan Bangka Belitun Ridwan Djamaluddin melakukan rapat koordinasi  bersama pelaku usaha untuk pertumbuhan investasi dengan fokus utama persiapan hilirisasi industri timah di Bangka Belitung,  Kamis (24/11/2022). (IST)
Pj Gubernur Provinsi Kepulauan Bangka Belitun Ridwan Djamaluddin melakukan rapat koordinasi  bersama pelaku usaha untuk pertumbuhan investasi dengan fokus utama persiapan hilirisasi industri timah di Bangka Belitung,  Kamis (24/11/2022). (IST)

BANGKA BELITUNG, www.wowbabel.com --  Penjabat Gubernur Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) Ridwan Djamaluddin mengajak para pelaku usaha pertimahan bersiap mengantisipasi kebijakan pemerintah menghentikan ekspor timah. 

Kendati belum dapat dipastikan pelaksanaan penghentian ekspor timah ini, Ridwan Djamaluddin mengajak para pengusaha peleburan dan eksportir timah di Bangka Belitung untuk bersiap  memasuki industri hilir timah. 

Pemerintah Provinsi Kepulauan  Bangka Belitung, kata Ridwan Djamaluddin sudah membentuk kelompok kerja sebagai antisipasi jika larangan ekspor balok timah ini diberlakukan.  

Baca Juga: Ekspor Timah Bangka Belitung 33,86 Persen ke Cina

"Dalam mendorong industri hilirisasi timah ini, pemerintah akan mengeluarkan kebijakan larangan ekspor balok timah, dan terus mendorong investor dari dalam serta luar negeri untuk berinvestasi hilirisasi timah ini," ujar Ridwan Dajamaluddin saat rapat koordinasi gubernur bersama pelaku usaha se- Babel dalam rangka meningkatkan sinergi, dan kolaborasi untuk menjamin pertumbuhan investasi di Negeri Serumpun Sebalai,  Kamis (24/11/2022). 

Kebijakan daerah tersebut, kata Rodwan Djamaluddin  merupakan tindaklanjut kebijakan hilirisasi oleh Presiden Joko Widodo untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional dan daerah. 

Hilirisasi di sektor tambang juga sebagai kesempatan menggerakkan ekonomi masyarakat secara langsung.

Baca Juga: Eskpor Timah Indonesia Sudah 65.080 Metrik Ton Hingga Oktober 2022

"Saya juga berusaha agar kehadiran perusahaan besar seperti ini berdampak terhadap bapak dan ibu sebagai pelaku usaha, terutama apa yang dapat kita tawarkan," ujar Ridwan Djamaluddin sebagauman dikutip dari Diskoinfo Babel.

Ridwan Djamaluddin mengatakan, Indonesia penghasil timah terbesar kedua di dunia, dengan 91 persennya berasal dari Babel. Sedangkan pemurnian sudah mencapai 99,9 persen. Namun, untuk membangun industri hilir timah membutuhkan investasi triliunan rupiah dan berjangka panjang.

Halaman:

Editor: Krisya

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Hilirisasi Bahan Tambang Jalan Terus

Kamis, 1 Desember 2022 | 05:14 WIB

Timah Masuk Dalam Lima Mineral Strategis Indonesia

Selasa, 29 November 2022 | 12:42 WIB
X