Kejar Target Net Zero Emission, PT Timah Tbk Jalankan Pilar Ekonomi Sirkular Bersama Grup MIND ID

- Senin, 21 November 2022 | 17:11 WIB
Logo PT Timah  Tbk. (ist)
Logo PT Timah Tbk. (ist)

BANGKA BELITUNG, www.wowbabel.com -- Holding Industri Pertambangan Indonesia (MIND ID) berkomitmen untuk mewujudkan net zero emission (NZE) melalui pendekatan ekonomi sirkular (Circular Economy).

Pendekatan ini mendorong perusahaan untuk mengoptimalkan produksi dan mengurangi risiko bahaya, Meminimalkan dampak lingkungan dan sosial, dan Mengeksplorasi lebih banyak nilai tambah di seluruh rantai nilai.

Grup MIND ID menetapkan target penurunan emisi sebesar 1% pada tahun 2022. Komitmen ini merupakan representasi upaya perusahaan menurunkan emisi dari sektor energi dan Industrial Process and Product Uses (IPPU) sebesar 15.8% pada 2030 dan mendukung aspirasi net zero Pemerintah Indonesia Tahun 2060.

Baca Juga: Dorong Prestasi Atlet, PT Timah Tbk Kerap Dukung Kegiatan Olahraga Masyarakat

"Konsep pendekatan sirkular ekonomi Grup MIND ID diterjemahkan menjadi tiga pilar dekarbonisasi yakni Avoid, Reduce, dan Mitigate,” kata Direktur Utama MIND ID, Hendi Prio Santoso pada Panel SOE Commitment on Net Zero Emission, G20 SOE International Conference Bali (18/10/2022) lalu.

Pilar Avoid menegaskan komitmen Grup MIND ID untuk menyediakan, berinvestasi, dan meningkatkan solusi energi rendah karbon di seluruh rantai nilai. Pilar Reduce menegaskan perusahaan untuk membatasi emisi sebanyak mungkin, dan Mitigate menegaskan Grup MIND ID akan melakukan capturing dan offsetting emisi.

Untuk itu anggota MIND ID, PT Timah Tbk juga melakukan upaya yang selaras dengan Grup MIND ID dalam rangka mewujudkan net zero emission dengan pendekatan ekonomi sirkular.
Serkretaris Perusahaan PT Timah Tbk, Abdullah Umar menjelaskan dalam pilar Avoid PT Timah Tbk telah melakukan investasi peralatan untuk melakukan perubahan energi ke energi terbarukan.

Baca Juga: Ringankan Biaya Pengobatan Warga Bangka Selatan, PT Timah Tbk Serahkan Bantuan untuk Dini

"Salah satu bentuk yang dilakukan yakni pemasangan PLTS on the grid tp roof berkapasitas 10 KWP di area bekas pasca tambang Kampoeng Reklamasi Air Jangkang untuk operasional listrik di kawasan tersebut. PLTS ini merupakan energi terbarukan menggantikan listrik yang menggunakan bahan bakar," kata Abdullah.

Halaman:

Editor: Barly Wow

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Timah Masuk Dalam Lima Mineral Strategis Indonesia

Selasa, 29 November 2022 | 12:42 WIB

Sobri Temukan Tiga Jok Kursi Bertulisan Polairud

Senin, 28 November 2022 | 00:09 WIB
X