Tragedi 127 Supporter Meninggal di Malang, FIFA Larang Gunakan Gas Air Mata

- Minggu, 2 Oktober 2022 | 08:57 WIB
Kerusuhan yang terjadi di Stadion Kanjuruhan Malang menyebabkan 127 orang meninggal dunia. (ist)
Kerusuhan yang terjadi di Stadion Kanjuruhan Malang menyebabkan 127 orang meninggal dunia. (ist)

NASIONAL,www.wowbabel.com -- Penggunaan gas air mata oleh kepolisian sebagai pihak pengaman pertandingan salah satu penyebab 127 orang meninngal usai laga Arema menjamu Persebaya Surabaya, Sabtu 1 Oktober 2022 malam.

Penggunaaan gas air mata dalam aturan Federasi Sepakbola Internasional (FIFA) dilarang untuk digunakan di dalam stadion.

Dalam kasus tragedi di Stadion Kanjuruhan, Malang, Sabtu malam polisi harus menembakkan gas air mata saat membubarkan supproter yang anarkis masuk ke lapangan.

"Karena sudah mulai anarkis sudah menyerang petugas dan merusak mobil dan akhirnya karena gas air mata mereka keluar ke satu titik di pintu keluar. Yaitu kalau enggak salah di pintu 10 ya," kata Kapolda Jawa Timur, Irjen Pol Nico Afinta memberikan penjelasan terkait hal ini, Minggu 2 Oktober 2022 di Polres Malang.

Ini yang menyebabkan banyak korban tewas. Total 127 orang, 125 suporter dan 2 polisi.

Baca Juga: Kericuhan Stadion Kanjuruhan Malang, 127 Orang Meninggal Dunia dan 80 Orang Dirawat di Rumah Sakit

"Terkait proses pertandingan tidak ada permasalahan. Semuanya selesai. Permasalahan terjadi ketika pertandingan sudah selesai terjadi kekecewaan dari para penonton yang melihat tim kesayangannya tidak pernah kalah selama 23 tahun bertanding di kandang sendiri. Namun kini mengalami kekalahan," kata Nico.

"Rasa kekecewaan itulah yang menyebabkan penonton turun ke tengah lapangan, dan berusaha mencari staf official Arema. Oleh karena itu pengamanan melakukan upaya pencegahan dan melakukan pengalihan supaya mereka tidak masuk ke lapangan dan mengejar para pemain. Dalam prosesnya itu, untuk melakukan upaya pencegahan sampai dilakukan penembakan gas air mata," urainya.

Situasi pun semakin tidak kondusif. Apalagi menurut Irjen Pol Nico, ada oknum suporter yang menyerang aparat.

Halaman:

Editor: Barly Wow

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Hilirisasi Bahan Tambang Jalan Terus

Kamis, 1 Desember 2022 | 05:14 WIB

Timah Masuk Dalam Lima Mineral Strategis Indonesia

Selasa, 29 November 2022 | 12:42 WIB
X