Grace Waty, ASN Asal Beltim Terima Penghargaan Penggerak PSM Tingkat Nasional

- Sabtu, 17 September 2022 | 14:56 WIB
Grace Waty (41) salah satu Aparatur Sipil Negara (ASN) Kabupaten Belitung Timur menerima penghargaan sebagai Pemenang Pertama Penggerak Swadaya Masyaakat (PSM) Teladan Tingkat Nasional Tahun 2022 kategori PSM Ahli Muda. (ist)
Grace Waty (41) salah satu Aparatur Sipil Negara (ASN) Kabupaten Belitung Timur menerima penghargaan sebagai Pemenang Pertama Penggerak Swadaya Masyaakat (PSM) Teladan Tingkat Nasional Tahun 2022 kategori PSM Ahli Muda. (ist)

BANGKA BELITUNG,www.wowbabel.com -- Grace Waty (41) salah satu Aparatur Sipil Negara (ASN) Kabupaten Belitung Timur menerima penghargaan sebagai Pemenang Pertama Penggerak Swadaya Masyaakat (PSM) Teladan Tingkat Nasional Tahun 2022 kategori PSM Ahli Muda.

Penghargaan tersebut langsung diterima Grace di Lapangan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigras Republik Indonesia di Jakarta, Selasa 13 September 2022 lalu.

Grace mengungkapkan penghargaan yang diterimanya adalah buah dari melakukan perbuatan baik sesuai dengan tiga tugas PSM, yang kemudian dikembangkan dirinya menjadi lima.

“Tugas PSM itu ada tiga yakni melatih, menyuluh dan membina nah kalau aku, kutambah dua lagi yakni peningkatan PAD dan PADes serta penyerapan tenaga kerja yang dapat meningkatkan pendapatan desa itu sendiri,” tutur Grace.

Menurut Grace, nilai lebih dari programnya sehingga terpilih menjadi yang terbaik adalah karena melakukan penguatan dibidang literasi dan pemberdayaan masyarakat. Program tersebut bernama Sinergi Penggerak Swadaya Masyarakat Berbasis Sekolah (Si PSM Bebase)

“Saya membantu literasi di bidang penulisan buku di perpustakaan, intinya membimbing perpustakaan desa yang ada di Kabupaten Belitung Timur menjadi yang terbaik,” ujar perempuan lulusan STIPER Bangka ini.

Dari hasil pembimbingan yang dilakukan oleh Grace menghasilkan empat perpustakaan desa di Kabupaten Belitung Timur menjadi perpustakaan desa terbaik se-Beltim.

“Perpustakaan desa tidak tersentuh dari kawan-kawan PSM, padahal SDGs yang besar itu di situ, kawan-kawan tidak menyentuh ranah anak yaitu pemberdayaan perempuan dan anak lewat perpustakaan desa. Padahal bisa diberdayakan itu,” jelas perempuan kelahiran Gantung empat puluh satu tahun yang lalu tersebut.

Grace bercerita bahwa semula dirinya enggan untuk mengikuti proses seleksi PSM teladan ini baginya cukup bisa mendedikasikan diri untuk masyarakat desa telah menjadi kebahagiaan tersendiri. Bahkan Grace rela menyambangi tiap desa binaannya dengan kendaraan roda dua miliknya hingga rela pulang larut malam karena pekerjaannya tersebut.

“Hal pertama yang aku lakukan adalah membuat program kerja jangka pendek, jangka menengah sampai jangka panjang di perpustakaan untuk menambah jumlah kunjungan, hal ini sungguh berefek domino bagi sektor lainnya,” jelas Grace.

Hal lain yang dilakukan Grace untuk penguatan literasi di perpustakaan desa adalah penerbitan buku literasi budaya yakni Dongeng Tentang Desa Aik Madu.

Halaman:

Editor: Barly Wow

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Hilirisasi Bahan Tambang Jalan Terus

Kamis, 1 Desember 2022 | 05:14 WIB
X