Rekam Jejak Kenaikan Harga BBM dari Rezim Soekarno Hingga Jokowi

- Kamis, 8 September 2022 | 10:35 WIB
Antrean BBM yang terjadi di SPBU Kampung Jawa Kota Muntok, Kabupaten Bangka Barat, Provinsi Bangka Belitung. (Barly Wow)
Antrean BBM yang terjadi di SPBU Kampung Jawa Kota Muntok, Kabupaten Bangka Barat, Provinsi Bangka Belitung. (Barly Wow)

PANGKALPINANG,www.wowbabel.com -- Presiden RI Joko Widodo atau Jokowi secara resmi menaikkan harga BBM sebanyak 25 persen hingga 30 persen.

Harga Pertalite meningkat dari Rp 7.650 menjadi Rp 10.000 per liter. Kemudian, harga Solar bersubsidi naik dari Rp 5.150 menjadi Rp 6.800. Harga Pertamax naik dari Rp 12.500 menjadi Rp 14.500.

Kebijakan pemerintah menaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) menjadi perbincangan publik.
Kenaikan harga BBM ini nanti bakal diikuti kenaikan harga barang-barang lainnya serta biaya transportasi.

Baca Juga: Keunggulan Oppo Reno 8 5G Berpusat Pada Kamera , Cocok Untuk Konten Kreator

Di Provinsi Bangka Beitung, puluhan mahasiswa yang tergabung dalam GMNI (Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia) Provinsi Bangka Belitung melakukan aksi dorong sepeda motor di Halaman Gedung DPRD Provinsi Bangka Belitung, Selasa 6 September 2022.

Hal ini sebagai bentuk kekecewaan mahasiswa terhadap pemerintah usai menaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM), pada Sabtu 3 September 2022.

Kenaikan harga BBM ternyata tidak hanya terjadi di era Jokowi saja, beberapa Presiden RI sebelumnya juga kerap menaikan harga BBM.

Baca Juga: Cuma Butuh 30 Menit Mengisi Baterai, Ini keunggulan dan Spesifikasi Lengkap Oppo Reno 8

Berikut rekam jejak kenaikan harga BBM dari Rezim Soekarno hingga Jokowi:

Presiden Soekarno diketahui melakukan beberapa kali melakukan penyesuaian harga BBM subsidi pada tahun 1965 dan 1966.

Harga BBM pada 22 November 1965 yakni Rp 0,30/liter untuk Premium, Rp 0,20/liter untuk minyak tanah dan Rp 0,20/liter untuk solar.

Kemudian, terjadi perubahan harga pada 3 Januari 1966 di mana Premium Rp 1/liter, minyak tanah Rp 0,60/liter dan solar Rp 0,80/liter.

Penyesuaian kembali terjadi pada 27 Januari 1966 yakni untuk Premium Rp 0,50/liter, minyak tanah Rp 0,30/liter dan solar Rp 0,40/liter.

Baca Juga: Gaya Sepak Bola Atraktif Graham Potter Membuat Chelsea Tertarik 

Halaman:

Editor: Barly Wow

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terungkap, Mama Icha Punya Stok 21 Gadis di Bawah Umur

Selasa, 26 September 2023 | 18:04 WIB
X