Ini Tiga Catatan Penting KPK RI untuk Pemprov Bangka Belitung

- Kamis, 25 Agustus 2022 | 12:01 WIB
Pj Gubernur Bangka Belitung, Ridwan Djamaluddin.(dwi/wb)
Pj Gubernur Bangka Belitung, Ridwan Djamaluddin.(dwi/wb)


BANGKA BELITUNG,www.wowbabel.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI memberikan tiga catatan penting kepada Pj Gubernur Provinsi Bangka Belitung, Ridwan Djamaluddin.


Catatan penting tersebut disampaikan Kepala Satuan Tugas (Satgas) Koordinasi dan Supervisi KPK RI Wilayah Lampung, dan Sumatera Bagian Selatan, Andy Purwana, dan PIC Satgas Pencegahan Wilayah Sumatera Bagian Selatan Alfi Rahman Waluyo, saat diskusi secara virtual yang dilakukan di Ruang Kerja Gubernur Bangka Belitung pada Rabu 24 Agustus 2022.


Alfi mengungkapkan, secara keseluruhan Provinsi Bangka Belitung sudah baik, apalagi di tahun 2021. Monitoring Centre for Prevention (MCP)-nya di atas rata-rata nasional (rata-rata 72 persen, Babel 73 persen), MCP ini menilai proses yang dilakukan pemda.

Baca Juga: Kegiatan Pawai Karnaval di Pangkalpinang Hasilkan 35 Ton Sampah


Lalu, untuk Survei Penilaian Integritas (SPI)-nya juga berada di atas rata-rata nasional, SPI ini menilai persepsi masyarakat. Tetapi, memang ada beberapa catatan khusus untuk Provinsi Bangka Belitung.


"Overall udah bagus, tetapi ada beberapa hal yang ditekankan, dan kami minta bantuan bapak gubernur biar ini lebih baik lagi. Pertama, persoalan sertifikat tanah, ada sekitar 300 bidang tanah yang belum bersertifikat. Pak Presiden RI meminta kalau bisa permasalahan sertifikat ini di seluruh Indonesia selesai sampai tahun 2024. Sedangkan target pemda hanya 15 sertifikat untuk tahun ini," ujar Alfi.


"Kedua, persoalan diadakannya Pergub Pendidikan Anti Korupsi. Babel ini masuk satu dari 3 provinsi yang belum ada ini," katanya.

Baca Juga: Besok Lomba Karnaval di Muntok, Ini Rute yang Akan Dilalui


"Yang terakhir satu lagi, persoalan rekomendasi perbaikan tata kelola lada putih," kata Alfi.

Halaman:

Editor: Barly Wow

Sumber: Diskominfo Babel

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Harga Timah Sempat Dekati 30.000 Dolar AS

Selasa, 24 Januari 2023 | 10:23 WIB

BNPB: Sudah 96 Bencana Alam Terjadi di Awal 2023

Jumat, 20 Januari 2023 | 21:16 WIB
X