Warga Mengeluh Takut Menambang, Begini Jawaban Pj Gubernur Bangka Belitung

- Selasa, 22 November 2022 | 18:10 WIB
Pj Gubernur Bangka Belitung, Ridwan Djamaluddin. (agus babar)
Pj Gubernur Bangka Belitung, Ridwan Djamaluddin. (agus babar)

BANGKA BELITUNG, www.wowbabel.com – Pj Gubernur Bangka Belitung, Ridwan Djamaluddin langsung memberikan tanggapan mengenai keluahan yang disampaikan warga saat perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-22 Bangka Belitung di Rumah Dinas Bupati Bangka Barat, Selasa 22 November 2022.

Menurut Ridwan Djamaluddin, dirinya mempersilakan kepada masyarakat untuk menambang asalkan bertanggungjawab dengan lingkungan tersebut.

"Untuk tambang yang disampaikan tadi, jadi begini yang pertama bahasanya pasal 33 itu dimanfaatkan sebesar-besarnya bagi masyarakat. Kedua sangat pro terhadap lingkungan," ungkap Ridwan Djamaluddin, saat diskusi dengan masyarakat di acara HUT ke-22 Bangka Belitung, di Rumah Dinas Bupati Bangka Barat, Selasa 22 November 2022.

Kemudian, Ridwan menjelaskan dalam HUT ke -22 Bangka Belitung ini semangat mengusung tema Hijau Biru Babelku ini artinya hijau daratannya dan biru lautannya. Jadi silakan masyarakat untuk menambang tapi harus bertanggungjawab.

Baca Juga: HUT ke-22 Babel di Rumdin Bupati Babar, Warga Mengeluh Takut Menambang Timah

"Tapi kalau kita tidak melakukannya dengan bertanggungjawab nanti di luar itu banyak sekali orang yang menggunakan slogan yang akan menyulitkan kita. Untuk melegalkan aktivitas tersebut," jelasnya.

Lalu, untuk solusi masalah harga pasir timah itu, Ridwan Djamaluddin mempersilakan masyarakat untuk membicarakan dengan pihak PT Timah antara bisnis to bisnis. Namun untuk saat ini yang terpenting adalah mengakomodir keinginan masyarakat agar aktivitas tambang ini menjadi legal.

"Saya dalam hal ini kapasitas sebagai Dirjen Mineral dan Batubara juga berusaha agar sama-sama sehat. Jangan sampai PT Timah sehat penambang tidak sehat begitu sebaliknya," ungkapnya.

"PT Timah sedang berusaha menambah izinnya agar ada penambahan, sebelumnya PT Timah ada 360 ponton dan menjadi 1.500 ponton. Hal tersebut sudah diusulkan dan sudah berproses, sedang perbaikan analisis dampak lingkungan (Amdal) dan lainnya," terang Ridwan Djamaluddin.

Halaman:

Editor: Barly Wow

Tags

Artikel Terkait

Terkini

PT Timah Tbk Berikan Biaya Pengobatan untuk Cindy

Kamis, 1 Desember 2022 | 13:19 WIB
X