22 Tahun Bangka Belitung: Hutanku Tak Lagi Hijau, Lautku Sudah Tak Biru

- Senin, 21 November 2022 | 11:36 WIB
Arie Hidayat (Sekretaris Bidang PAO HMI Cabang Bangka Beitung Raya) (ist)
Arie Hidayat (Sekretaris Bidang PAO HMI Cabang Bangka Beitung Raya) (ist)

 


Oleh: Arie Hidayat (Sekretaris Bidang PAO HMI Cabang Bangka Beitung Raya)

Provinsi Kepulauan Bangka Belitung merupakan provinsi ke-31 yang disahkan oleh Pemerintah Republik Indonesia berdasarkan UU No. 27 Tahun 2000 tentang Pembentukan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dengan ibukota terletak di Kota Pangkalpinang yang sebelumnya tergabung dalam wilayah Sumatera Selatan.

Terletak 104 derajat 50’ sampai 109 deraja 30’ Bujut Timur dan 0 derajat 50’ sampai 4 derajat 10’ Lintang Selatan ditambah luas wilayah laut dan daratan mencapai 81.725,14 km 2 dengan luas daratan mencapai 16.424,14 km 2 dan laut 65.301 km 2 artinya potensi wilayah kelautan sangat besar ketimbang pemanfaatan lahan di wilayah daratan.

Dilansir dari www.babelprov.go.id penduduk Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dihuni oleh orang-orang suku laut, Malaka, Riau Kepulauan, Sulawesi, Kalimantan, Suku Bugis, ditambah lagi dengan kedatangan orang-orang Minangkabau, Jawa, Banjar, Kepulauan Bawean, Aceh, dan beberapa suku lainnya yang lebih dulu melebur menjadi generasi baru masyarakat melayu Bangka Belitung yang dipersatukan melalui bahasa Melayu. Selain itu, adanya bahasa Mandarin dan bahasa Jawa turut melebur dalam wilayah ini.

Baca Juga: Dihajar Penambang Liar, Lima Hektar Hutan Mangrove Dusun III Desa Belo Laut Porak Poranda

Jumlah total penduduk di Provinsi Bangka Belitung berkisar 1.517.590 dilansir dari babel.bps.go.id tahun 2020. Mata pencaharian penduduk Babel menyebar di berbagai lini, diantaranya sektor pertanian dan perkebunan, kelautan dan perikanan, pariwisata, industri pengolahan, dan sektor pertambangan. Pemanfaatan seluruh lini kehidupan seharusnya maksimal selaras dengan pembangunan sumber daya manusia sehingga terjadinya optimalisasi dalam membangun kemajuan.

Kini penulis menawarkan para pembaca untuk sama-sama merefleksikan diri terhadap kondisi yang sedang terjadi di Negeri Serumpun Sebalai menjelang peringatan hari lahir pada 21 November 2022. Ada apa?

Selama 20 tahun terakhir, dilansir dari mongabay.co.id, Kepulauan Bangka Belitung kehilangan hutan mangrove sekitar 240.467,98 hektar hutan mangrove atau tersisa 33.224,83 hektar. Kemudian, apa masalahnya? Masalah terbesar baru akan kita ungkap.
Pada tahun 2016 dilakukan penelitian oleh Tim Fakultas Kehutanan UGM dengan judul “Karakteristik Mangrove di Sekitar Pertambangan Timah Lepas Pantai Kabupaten Selatan” dengan tambahan data oleh Dinas Kehutanan Kepulauan Bangka Belitung. Data tersebut menjelaskan luasan hutan mangrove di Babel mencapai 273.692,81 hektar.

Baca Juga: Tim Gabungan Datang, Penambang Liar di Hutan Mangrove Dusun III Belo Laut Menghilang

Halaman:

Editor: Barly Wow

Tags

Artikel Terkait

Terkini

PT Timah Tbk Berikan Biaya Pengobatan untuk Cindy

Kamis, 1 Desember 2022 | 13:19 WIB
X