Mengenal Food Loss dan Food Waste Sebagai Masalah Lingkungan

- Minggu, 2 Oktober 2022 | 13:50 WIB
Anri Darmawan SH  (ist)
Anri Darmawan SH (ist)

OPINI


Oleh: Anri Darmawan SH (Mahasiswa Magister Hukum Universitas Bangka Belitung)

SETIAP manusia tentu membutuhkan makanan untuk dapat bertahan hidup. Aktivitas makan dilakukan oleh manusia setiap harinya dan menghasilkan limbah makanan atau yang disebut dengan food waste.

Pastinya setiap dari kita pernah membuang makanan, baik karena memang sudah basi atau kedaluarsa atau kita tidak ingin mengkonsumsinya lagi. Ternyata perilaku membuang makanan ini dapat menjadi masalah lingkungan yang serius.

Hal ini dikarenakan, sampah-sampah makanan bisa menyebabkan pencemaran air dan emisi karbon. Gas dari limbah makanan akan terbawa ke atmosfer dan berpotensi merusak lapisan ozon, sehingga pada akhirnya dapat memperparah pemanasan global.

Menurut Food and Agriculture Organization (FAO) food waste adalah sampah makanan di tingkat konsumen. Istilah lain yang berkaitan dengan food waste adalah food loss yang dilakukan oleh produsen.

Baca Juga: BKPSDMD Bangka Belitung  Perpanjang Waktu Pendataan Tenaga Non-ASN, Ada Apa?

FAO mengeluarkan data pada tahun 2011, bahwa setiap tahunnya terdapat 1,3 juta ton sampah makanan, baik dari tingkat produsen maupun konsumen dengan biaya yang setara dengan 750 juta Dolar AS.

Namun disisi lain, 759 juta orang mengalami kelaparan. Indonesia sendiri merupakan salah satu negara penghasil sampah makanan (food loss dan food waste) terbesar di dunia, selain Arab Saudi dan Amerika Serikat.

Halaman:

Editor: Barly Wow

Tags

Artikel Terkait

Terkini

PT Timah Tbk Berikan Biaya Pengobatan untuk Cindy

Kamis, 1 Desember 2022 | 13:19 WIB
X