• Senin, 3 Oktober 2022

Cari Barang Bukti, Dalam Satu Hari Kejari Bangka Barat Geledah Dua Kantor Instansi

- Kamis, 22 September 2022 | 15:13 WIB
Tim Penyidik Kejari Bangka Barat melakukan penggeledahan di Kantor BPN Bangka Barat.  (Agus Babar)
Tim Penyidik Kejari Bangka Barat melakukan penggeledahan di Kantor BPN Bangka Barat. (Agus Babar)

BANGKA BELITUNG,www.wowbabel.com -- Dua instansi di Pemkab Bangka Barat digeledah Tim Penyidik Kejaksaan Negeri Bangka Barat terkait kasus dugaan korupsi sertifikat tanah transmigran di Kecamatan Jebus, Bangka Barat, Kamis 22 September 2022.

Kepala Kejaksaan Negeri Bangka Barat, Wawan Kustiawan menyampaikan pihaknya telah melakukan penggeledahan terhadap dua intansi Pemkab Bangka Barat dihari yang sama, Kamis 22 September 2022.

"Kenapa dua instansi tadi digeledah. Karena dari hasil pemeriksaan pihak - pihak yang diperiksa oleh tim penyidik itu ada dua instansi, sementara itu Kantor Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Kabupaten Bangka Barat dan Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu, Tenaga Kerja dan Transmigrasi (DPM NAKERTRANS) Kabupaten Bangka Barat," terang Wawan Kustiawan. 

Baca Juga: 7.333 Penerima BLT BBM Subsidi di Bangka Barat Mulai Terima Bansos, Disalurkan Lewat Kantor Pos

Kemudian, kata Wawan kedua instansi tersebut masing-masing memiliki peran yakni terkait lahan transmigrasi ke DPM Nakertrans sedangkan terkait sertifikatnya ke BPN Bangka Barat

Wawan menyebutkan kasus ini sudah memasuki tahap penyidikan dugaan pidana korupsi dalam pelaksanaan pengembangan permukiman transmigrasi di Desa Jebus, Kecamatan Jebus Tahun 2021.

"Intinya gini, dalam rangka kita melakukan penyidikan ini adanya penyalahgunaan sertifikasi untuk lahan transmigrasi di Desa Jebus tadi. Sesuai dengan ketentuan yang ada apakah ada yang berhak terhadap tanah tersebut dan ada yang tidak berhak masih kita dalami. Siapa yang berhak dan siapa yang tidak berhak terhadap lahan transmigrasi tersebut," terang Wawan. 

Ditambahkan Wawan, penggeledahan dilakukan dalam upaya menemukan bukti-bukti supaya terangnya dugaan tindak pidana korupsi sertifikat tanah transmigrasi di Kecamatan Jebus. 

"Untuk kerugian negara belum tau berapa, karena masih kita dalami bersama tim, supaya dugaan korupsi ini lebih jelas, dan apa yang harus ditemukan oleh tim dan siapa yang harus bertanggungjawab terhadap pelaksanaan pengembangan permukiman transmigrasi di Jebus ini," jelas Wawan. 

Halaman:

Editor: Barly Wow

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Kini Giliran Ibu-ibu Dapatkan Bimtek Pemulasaran Jenazah

Jumat, 30 September 2022 | 18:53 WIB
X