BANGKA BELITUNG,www.wowbabel.com – Dua hari belakangan ini warga Bangka Belitung dihebohkan dengan sebuah video pembegalan yang dibagikan melalui pesan whatsaap dan media sosial.
Si penyabar video adalah Rizki Septiono (25) warga Desa Kulur Ilir Kecamatan Lubuk Besar Kabupaten Bangka Tengah.
Rizki yang sehari-hari sebagai sopir Rektor Universitas Muhammadiyah (Unmuh) Bangka Belitung dan tinggal di Pangkalpinang ini dalam videonya mengaku menjadi korban begal.
Rizki mengaku peristiwa itu terjadi sekitar pukul 22.30 WIB. Saat itu ia meluncur dari arah Sungailiat menuju Pangkalpinang. Saat melintas di kawasan Simpang Jurung Kecamatan Merawang ada seorang pria yang meminta diantar ke rumah di Desa Dwi Makmur.
Baca Juga: Mutasi di Polda Bangka Belitung, AKBP Joko Isnawan Dipromosikan Jadi Wadir Intelkam
Namun saat di tikungan Desa Dwi Makmur, sang penumpang mengancamnya dengan sebilah pisau dan minta diberhentikan serta turun dari mobil.
Di lokasi tersebut Rizki mengaku sempat didatangi dua pelaku lainnya. Sempat terjadi perkelahian. Lantaran panik para pelaku langsung melarikan diri dengan menggunakan mobil. Rizki pulang dengan kondisi luka-luka dan lebam.
Oleh pihak keluarga Rizki dilarikan ke RS Bhakti Wara Pangkalpinang untuk mendapat perawatan medis.
Mendapat informasi mengenai video pembekalan tersebut aparat kepolisian yang terdiri dari tim gabungan, Polsek Merawang, Polres Bangka dan Polda Bangka Belitung melakukan penyelidikan.
Polisi pun mendatangi RS Bhakti Wara Pangkalpinang untuk meminta keterangan dari Rizki. Saat melakukan penyelidikan polisi menemukan beberapa kejanggalan.
Baca Juga: Buntut Penyitaan Belasan Ton Pasir Timah Kering, Polda Bangka Belitung Tetapkan AK Jadi Tersangka
Polisipun melakukan pemeriksaan lebih mendalam terhadap Rizki, akhirnya terbongkar jika peristiwa itu tidak benar alias hoaks.
Rizki mengaku terpaksa membuat berita hoaks pembegalan lantaran takut dimarahi oleh sang istri lantaran mobilnya mengalami kerusakan.
Di hadapan penyidik, Rizki mengaku saat itu ia pulang dari Sungailiat menuju ke Pangkapinang. Dirinya kurang waspada dan mengantuk. Sehingga mobil bersenggolan dengan mobil lain, akibatnya spion mobil patah dan rusak.
Artikel Terkait
Polda Bangka Belitung Ungkap Puluhan Kasus Kriminal, Faktor Ekonomi Jadi Penyebab
Penyitaan Belasan Ton Timah Kering, Polda Bangka Belitung Fokus Periksa Barang dan sejumlah Saksi
Periksa Sebelas Saksi, Polda Bangka Belitung Tetapkan S Jadi Tersangka Kepemilikan 15 Ton Pasir Timah Kering