Gugatan Elon Musk ke Twitter Masuk Pengadilan

- Rabu, 21 September 2022 | 07:48 WIB
Gugatan Elon Musk terhadap Twitter sudah masuk ke pengadilan. Orang terkaya dunia ini mengambil alih Twitter senilaiUS44 juta dari mantan CEO Twitter. Namun akuissi ini kemudian bermasalah karena menurut Musk banyak akun palsu didalamnya. (IST)
Gugatan Elon Musk terhadap Twitter sudah masuk ke pengadilan. Orang terkaya dunia ini mengambil alih Twitter senilaiUS44 juta dari mantan CEO Twitter. Namun akuissi ini kemudian bermasalah karena menurut Musk banyak akun palsu didalamnya. (IST)

Pekan lalu, Musk mengajukan pemberitahuan penghentian ketiganya terhadap perusahaan media sosial, yang disebutnya "tidak valid dan salah" dalam pengajuan SEC.

Pertarungan hukum antara Musk dan Twitter saat ini akan diadili di Pengadilan Delaware pada 17 Oktober 2022.

Baca Juga: Gautam Adani Lewati Jeff Bezos, Terkaya Kedua Sesudah Elon Musk

Mantan kepala keamanan Twitter, Peiter Zatko, seorang peretas terkenal bernama Mudge, mengatakan dalam pengaduan kepada regulator bahwa perusahaan secara keliru menyatakan bahwa mereka memiliki rencana keamanan data yang solid.

Zatko memberikan kesaksian kepada Senat AS di Washington DC pekan lalu di mana dia mengatakan Twitter telah diberitahu oleh FBI tentang setidaknya satu agen China yang bekerja di perusahaan tersebut.

Sementara Dorsey mengundurkan diri sebagai CEO Twitter untuk kedua kalinya November lalu dan menyerahkan kendali perusahaan yang dia bantu ciptakan kepada Agrawal. Dia saat ini menjalankan perusahaan jasa keuangan Block.

Baca Juga: Kebangetan! Elon Musk Cuma Becanda Akan Membeli Manchester United

Setelah orang terkaya di dunia membeli Twitter, Dorsey mengatakan bahwa CEO Tesla adalah solusi yang saya percaya.

"Pada prinsipnya, saya tidak percaya siapa pun harus memiliki atau menjalankan Twitter. Twitter ingin menjadi barang publik di tingkat protokol, bukan perusahaan. Memecahkan masalah menjadi perusahaan, bagaimanapun, Elon adalah solusi tunggal yang saya percaya. Saya percaya misinya untuk memperluas cahaya kesadaran," tulis Dorsey.

Pada bulan Mei, ia mengundurkan diri dari dewan direksi Twitter. Dorsey dengan tegas mengatakan bahwa dia tidak akan pernah menjadi CEO Twitter lagi, karena laporan tentang dia bergabung kembali dengan platform micro-blogging muncul setelah pengambilalihan US$44 miliar oleh Musk. (wb)

Halaman:

Editor: Kris Wow

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Korsel dan Korut Memanas Saling Berbalas Rudal

Rabu, 2 November 2022 | 21:16 WIB

Rusia Ingatkan Perang Nuklir Bencana Bagi Dunia

Selasa, 25 Oktober 2022 | 20:35 WIB

Drone Kamikaze Alias Syahid Iran Menakutkan Dunia

Selasa, 18 Oktober 2022 | 20:31 WIB

Benzema dan Putellas Meraih Gelar Ballon d'Or 2022

Selasa, 18 Oktober 2022 | 09:49 WIB

Ledakan  dan Bentrokan Terus Terjadi di Ukraina

Senin, 17 Oktober 2022 | 17:10 WIB
X