Harga Ikan dan Ayam Turun, Sebabkan Provinsi Bangka Belitung Alami Deflasi Bulan November

- Jumat, 2 Desember 2022 | 17:26 WIB
Harga ayam turun sebabkan deflasi di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung  (firman wow)
Harga ayam turun sebabkan deflasi di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (firman wow)

BANGKA BELITUNG, www.wowbabel.com -- Provinsi Kepulauan Bangka Belitung pada November 2022, kembali mengalami deflasi sebesar 0,11% (mtm) setelah bulan sebelumnya mengalami deflasi 0,55% (mtm).

Secara tahunan, Bangka Belitung mengalami inflasi 5,45% (yoy), turun dari bulan sebelumnya yang mencapai 6,23% (yoy), namun secara umum, deflasi pada November 2022 disebabkan oleh penurunan indeks harga volatile food -0,96% (mtm) secara tahunan.

Kelompok volatile food mengalami inflasi yang cukup rendah yaitu 1,53% (yoy). Demikian pula halnya core inflation yang cukup terkendali yaitu sebesar 3,84% (yoy). Sementara itu, kelompok administered prices mengalami inflasi yang cukup tinggi yaitu 15,98% (yoy).

Baca Juga: Harga Tiket Pesawat ke Bangka Belitung Turun, Inflasi Terkendali

"Deflasi kelompok volatile food disebabkan oleh penurunan indeks harga komoditas minyak goreng, daging ayam ras dan aneka ikan. Mengacu pada Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Bank Indonesia," kata Plt. Kepala Perwakilan Bank Indonesia Bangka Belitung Agus Taufik, Jumat 2 November 2022, melalui rilis yang disampaikannya.

Agus Taufik juga mengungkapkan, pada minggu ke-4 November 2022, harga bahan pangan umumnya relatif terjaga. Harga daging ayam cenderung turun, sejalan dengan peningkatan stok ayam hidup.

Selain itu, harga beberapa komoditas perikanan, seperti ikan selar dan ikan kerisi juga mengalami penurunan disebabkan oleh penurunan kualitas kesegaran ikan dampak kebijakan pedagang untuk menghabiskan stok lama yang dimiliki, Sementara itu, kebijakan penyesuaian harga solar berdampak kepada kenaikan inflasi administered price.

Baca Juga: Deflasi di Tanjungpandan Lebih Tinggi Dari Pangkalpinang

"Pada 1 November 2022, Pertamina kembali mengumumkan kebijakan penyesuaian kenaikan harga solar jenis Dexlite dan Pertamina Dex menjadi Rp18.350,00 dan Rp18.950,00. kenaikan indeks harga AP juga didorong oleh kenaikan permintaan angkutan udara dan didorong oleh penyelenggaraan event nasional di Bangka," ujarnya.

 

Editor: Krisya

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Harga Timah Tutup Akhir Pekan dengan Lonjakan

Jumat, 9 Juni 2023 | 15:05 WIB

Inflasi Pangkalpinang Terendah di Indonesia

Senin, 5 Juni 2023 | 13:50 WIB

Harga Timah Shanghai Melambung ke 208.220 Yuan

Senin, 29 Mei 2023 | 18:50 WIB

Dunia Terancam Krisis Timah

Jumat, 26 Mei 2023 | 10:08 WIB

Saham TINS  Anjlok 30 Poin

Kamis, 25 Mei 2023 | 14:55 WIB
X