Harga Timah Terpuruk ke Level Terendah, Inilah Penyebabnya

- Selasa, 4 Oktober 2022 | 10:31 WIB
Harga timah di London Metal Exchange (LME) turun tajam memasuki Oktober 2022. Harga timah berada di level terendah sejak Nopember 2020. (IST)
Harga timah di London Metal Exchange (LME) turun tajam memasuki Oktober 2022. Harga timah berada di level terendah sejak Nopember 2020. (IST)

BANGKA BELITUNG, wowbabel.com -- Harga timah jatuh ke level terendah dalam dua tahun. Permintaan yang terus melemah dan libur panjang pasar komoditas Shanghai  mendorong  jatuhnya harga timah dunia.

Pada penutupan perdagangan, Senin (3/10/2022) harga timah di London Metal Exchange (LME) turun 3,6% menjadi US$19.900 per metrik ton. Level harga timah yang terjadi pada November 2020.

Harga timah di LME terus tertekan dibuka US$19.805 atau turun 1,2% pada perdagangan Selasa (4/10) pagi.

Penuruan harga timah dan beberapa logam dasar di LME pada hari Senin karena ekspektasi melemahnya permintaan diperkuat oleh data manufaktur dari seluruh dunia dan meningkatnya persediaan di gudang disetujui LME. 

Baca Juga: Harga Timah Anjlok 18.226 Dolar Dalam Sembilan Bulan

Hingga 30 September 2022, persediaan timah LME masih diatas 5000 metrik ton. Rekor persediaan timah tertinggi LME sejak November 2020. Selain timah, logam dasar tembaga, seng dan timbal juga jatuh kemarin

"Jelas kami akan memiliki permintaan yang lebih rendah dan harga yang berpotensi lebih rendah hingga akhir tahun ini," kata analis Bank of America Michael Widmer dikutip Reuters.

Harga logam industri masih dalam ketidakpastian karena perlambatan ekonomi dunia yang tidak bisa diprediksi.

"Ketidakpastiannya adalah seberapa keras perlambatan yang akan terjadi dan apa dampak penuh pada permintaan logam industri nantinya," ujarnya. 

Baca Juga: Harga Timah  Sulit Untuk Bangkit di Level Tertinggi

Kondisi aktivitas pabrik di China sebagai konsumen utama logam dunia berkontraksi lebih tajam pada bulan September karena penguncian ketat Covid mengganggu produksi dan menekan permintaan barang-barang China.

Aktivitas manufaktur di seluruh zona euro dan Asia melemah pada bulan September dalam menghadapi tekanan biaya yang berkelanjutan.

Harga logam juga dipengaruhi prospek kenaikan suku bunga yang agresif secara global dan pengetatan stimulus moneter memperburuk sentimen risiko.

Dengan data AS yang menandakan inflasi yang membandel, para pedagang memperkirakan kenaikan suku bunga yang lebih agresif yang dapat mengganggu pertumbuhan ekonomi global dan permintaan logam.

Baca Juga: Penyebab Harga Timah di ICDX Lebih Tinggi

Sedangkan pasar di Shanghai Futures Exchange (SHFE)  ditutup untuk hari libur umum di Tiongkok dari 1 Oktober hingga 7 Oktober.

Dalam sembilan bulan tahun 2022, harga timah di LME sudah turun lebih dari US$18.000 per metrik ton.

Pada Senin 3 Oktober 2022 harga timah kontrak tiga bulan LME anjlok  2,3% mendekati level US$20.000 per metrik ton.

Data pantauan Trading Economics sejak Januari hingga September 2022, harga timah turun US$18.226 per metrik ton atau 46% lebih. 

Baca Juga: Larangan Perdagangan Logam Rusia Tak Pengaruhi Harga Timah Dunia

Halaman:

Editor: Kris Wow

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Ditekan WTO, Hilirisasi Dilanjutkan

Kamis, 1 Desember 2022 | 05:31 WIB

BI Siap Kawal Kebangkitan Ekonomi Bangka Belitung

Rabu, 30 November 2022 | 20:54 WIB

Stok Timah Batangan China Menyusut Dihantam Pandemi

Selasa, 29 November 2022 | 11:06 WIB

Harga Timah Rebound Bertahan di Level 22.000 Dolar AS

Senin, 28 November 2022 | 17:15 WIB

Harga Timah Bertahan di Level 22.000 Dolar AS

Kamis, 24 November 2022 | 14:52 WIB

Harga Timah Kembali Menguat 

Rabu, 23 November 2022 | 15:34 WIB

Harga Timah Bertahan di Level 21.000 Dolar

Selasa, 22 November 2022 | 12:50 WIB

Harga Timah Jatuh 5,2 Persen Menjadi 21.000 Dolar AS 

Senin, 21 November 2022 | 13:58 WIB

Wow....Vespa GTV 2023 Harga Avanza Seken Bisa Lewat

Kamis, 17 November 2022 | 18:56 WIB

Reli Harga Timah Redup Oleh Kekuatan Dolar AS

Kamis, 17 November 2022 | 14:48 WIB
X