Perusahaan Tambang Timah Dunia Berbondong-bondong Genjot Produksi

- Rabu, 28 September 2022 | 14:39 WIB
Indonesia mengekspor timah sebanyak 8.633,05 metrik ton pada Agustus 2022. Lonjakan ekspor timah Indonesia makin memukul harga timah yang turun dalam empat bulan terakhir.  (IST)
Indonesia mengekspor timah sebanyak 8.633,05 metrik ton pada Agustus 2022. Lonjakan ekspor timah Indonesia makin memukul harga timah yang turun dalam empat bulan terakhir.  (IST)

SHANGHAI, wowbabel.com -- Peningkatan produksi tambang timah di berbagai negara penghasil terus berlanjut hingga pertengahan pertama tahun 2022. Harga timah yang tinggi mendorong peningkat produksi timah konsentrat.

Produksi tambang timah di dunia mulai meningkat pada paruh kedua tahun 2021. Pasokan timah rendah dengan permintaan yang besar setelah penurunan yang ekstrem tahun sebelumnya dampak Covid-19 mengakibatkan lonjakan harga timah di pasar dunia.

Demikian dikatakan Direktur Big Data Shanghai Metals Market (MM) Li Daisheng membuat analisis mendalam tentang penawaran dan permintaan pasar timah dunia pada acara China Tin Industry Chain Summit yang diselenggarakan bersama oleh Shanghai Futures Exchange (SHFE) dan Shanghai Metals Market (SMM) pertengahan September 2022.

Baca Juga: Penghormatan HAM dalam Proses Bisnis, PT Timah Tbk Launching Business and Human Rights Policy

Berdasarkan analisis Li Daisheng dikutip dari newsmetal.com, produksi bijih timah di Peru naik tajam tahun ke tahun (YoY) di tengah penggunaan bijih bermutu tinggi serta keuntungan yang tinggi.

Di Brazil, karena kadar bijih timah yang rendah dan pengurangan volume pemrosesan bijih yang disebabkan oleh pemeliharaan, produksi bijih timah mengalami pertumbuhan negatif dari tahun ke tahun.

Pada kuartal kedua tahun 2022, produksi timah dari tambang Pitinga, mencapai 1.413 metrik ton, turun 12% (YoY) terutama karena kadar bijih yang lebih rendah (-9%) dan volume pemrosesan yang lebih rendah (-8%). Penyebab rendahnya volume bijih yang diproses adalah ketersediaan alat muat dan angkut yang lebih rendah di tambang.

Pada semester pertama tahun ini, produksi Pitinga turun 6% dibandingkan periode yang sama tahun lalu, terutama karena penyebab volume pemrosesan yang lebih rendah di atas.

Baca Juga: Lonjakan Harga Timah Tertahan

Tambang timah Pirapora memiliki tingkat pemulihan yang lebih tinggi dengan pengolahan produk setengah jadi, dan output kumulatif 4% lebih tinggi dari pada paruh pertama tahun 2021.

Halaman:

Editor: Kris Wow

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Ditekan WTO, Hilirisasi Dilanjutkan

Kamis, 1 Desember 2022 | 05:31 WIB

BI Siap Kawal Kebangkitan Ekonomi Bangka Belitung

Rabu, 30 November 2022 | 20:54 WIB

Stok Timah Batangan China Menyusut Dihantam Pandemi

Selasa, 29 November 2022 | 11:06 WIB

Harga Timah Rebound Bertahan di Level 22.000 Dolar AS

Senin, 28 November 2022 | 17:15 WIB

Harga Timah Bertahan di Level 22.000 Dolar AS

Kamis, 24 November 2022 | 14:52 WIB

Harga Timah Kembali Menguat 

Rabu, 23 November 2022 | 15:34 WIB

Harga Timah Bertahan di Level 21.000 Dolar

Selasa, 22 November 2022 | 12:50 WIB

Harga Timah Jatuh 5,2 Persen Menjadi 21.000 Dolar AS 

Senin, 21 November 2022 | 13:58 WIB
X