OYO Ajukan Gaji Agarwal Naik Hingga Rp11,5 Miliar

- Selasa, 20 September 2022 | 14:34 WIB
OYO mengajuan usulan kenaikan gaji hingga 250 persen untuk Ritesh Agarwal sebagai pendiri dan CEO perusahaan. Agarwal setahun terakhir sukses membangun kembali bisnis aplikasi layanan hotel global setelah dua tahun terpuruk dihantam pandemi Covid-19. (IST)
OYO mengajuan usulan kenaikan gaji hingga 250 persen untuk Ritesh Agarwal sebagai pendiri dan CEO perusahaan. Agarwal setahun terakhir sukses membangun kembali bisnis aplikasi layanan hotel global setelah dua tahun terpuruk dihantam pandemi Covid-19. (IST)

INDIA, wowbabel.com  -- Pendiri dan Chief Executive Officer Softbank sponsor OYO, Ritesh Agarwal memperoleh kompensasi sebesar 5,6 crore (Rp11,53 miliar) pada tahun fiskal 2022. Gaji Agarwal naik 250 persen dari tahun sebelumnya dalam pengajuan perusahaan.

Platform layanan perhotelan global OYO mengajukan dokumen keuangan baru ke draft prospektus red herring yang sebelumnya diajukan ke regulator pasar Securities and Exchange Board of India berencana untuk menerbitkannya ke publik awal tahun depan seperti dilaporkan NDTV online.

Dalam rincian pengajuan laporan perusahaan OYO memotong gaji karyawan dan biaya bonus secara signifikan. Tetapi kompensasi Agarwal sebagai CEO melonjak menjadi Rs5,6 crore pada tahun fiskal (FY22) dari Rs1,6 crore pada tahun sebelumnya. Gajinya Rs21,5 lakh untuk tahun fiskal 2020.

Baca Juga: Setelah Bangkit, OYO Fokus Pasar Hotel Indonesia

Biaya Opsi Saham Karyawan (ESOP) untuk perusahaan naik 344 persen dari Rs153 crore pada Tahun Keuangan 2021 menjadi Rs680 crore pada Tahun Keuangan 2022 ketika perusahaan secara signifikan mengurangi biaya upah dan bonus.

Ada peningkatan signifikan dalam biaya ESOP, hanya belanja pegawai OYO meningkat 7 persen karena upah dan biaya bonus turun 27 persen.

OYO berada dijalur menuju profitabilitas dua tahun lalu setelah keluar dari Covid-19, dan  menuju daftar go publik,” kata Troy Alstead Direktur Independen di dewan OYO dan mantan COO dari Starbucks.

Perusahaan layanan golobal perhotelan diposisikan dengan baik dalam hal faktor seperti model bisnis, total peluang pertumbuhan, investasi teknologi, dan investasi yang dihadapi konsumen.

“Hasil laporan keuangan OYO menunjukkan hal itu,” Alstead kepada ET dalam sebuah wawancara eksklusif.

Dia mengatakan beberapa investor lebih tertarik pada arus kas yang dapat diprediksi dan kurang tertarik pada pertumbuhan, sementara beberapa lainnya sangat tertarik pada pertumbuhan dan siap menerima beberapa volatilitas.

Halaman:

Editor: Kris Wow

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Harga Timah Shanghai Menguat, di London Malah Turun

Senin, 30 Januari 2023 | 18:21 WIB

Harga Timah  Kembali Terhempas  

Senin, 30 Januari 2023 | 11:58 WIB

Harga Timah di Jalur Rekor Kenaikan Bulanan Tertinggi

Jumat, 27 Januari 2023 | 18:02 WIB

Wow, Harga Timah Catat Rekor, Tembus 33.000 Dolar

Jumat, 27 Januari 2023 | 10:12 WIB

Indonesia Pemasok Timah Olahan Terbesar ke Cina

Kamis, 26 Januari 2023 | 10:02 WIB

Harga Timah  Melonjak Dekati 31.000 Dolar AS

Kamis, 26 Januari 2023 | 09:52 WIB

Melesat, Harga Timah Sempat Dekati 30.000 Dolar

Selasa, 24 Januari 2023 | 10:18 WIB

Jelang Libur Imlek, Harga Timah Terkoreksi Tajam

Kamis, 19 Januari 2023 | 13:49 WIB

Harga Timah Terhindar dari Kejatuhan Lebih Dalam

Rabu, 18 Januari 2023 | 16:49 WIB

Harga Timah Turun Setelah Permintaan Melemah

Selasa, 17 Januari 2023 | 10:43 WIB

Harga Timah Shanghai Menembus 228.000 Yuan

Senin, 16 Januari 2023 | 10:00 WIB

Wow, Harga Timah Dunia Melesat 29.000 Dolar

Jumat, 13 Januari 2023 | 16:23 WIB
X