• Senin, 3 Oktober 2022

OYO Ajukan Gaji Agarwal Naik Hingga Rp11,5 Miliar

- Selasa, 20 September 2022 | 14:34 WIB
OYO mengajuan usulan kenaikan gaji hingga 250 persen untuk Ritesh Agarwal sebagai pendiri dan CEO perusahaan. Agarwal setahun terakhir sukses membangun kembali bisnis aplikasi layanan hotel global setelah dua tahun terpuruk dihantam pandemi Covid-19. (IST)
OYO mengajuan usulan kenaikan gaji hingga 250 persen untuk Ritesh Agarwal sebagai pendiri dan CEO perusahaan. Agarwal setahun terakhir sukses membangun kembali bisnis aplikasi layanan hotel global setelah dua tahun terpuruk dihantam pandemi Covid-19. (IST)

INDIA, wowbabel.com  -- Pendiri dan Chief Executive Officer Softbank sponsor OYO, Ritesh Agarwal memperoleh kompensasi sebesar 5,6 crore (Rp11,53 miliar) pada tahun fiskal 2022. Gaji Agarwal naik 250 persen dari tahun sebelumnya dalam pengajuan perusahaan.

Platform layanan perhotelan global OYO mengajukan dokumen keuangan baru ke draft prospektus red herring yang sebelumnya diajukan ke regulator pasar Securities and Exchange Board of India berencana untuk menerbitkannya ke publik awal tahun depan seperti dilaporkan NDTV online.

Dalam rincian pengajuan laporan perusahaan OYO memotong gaji karyawan dan biaya bonus secara signifikan. Tetapi kompensasi Agarwal sebagai CEO melonjak menjadi Rs5,6 crore pada tahun fiskal (FY22) dari Rs1,6 crore pada tahun sebelumnya. Gajinya Rs21,5 lakh untuk tahun fiskal 2020.

Baca Juga: Setelah Bangkit, OYO Fokus Pasar Hotel Indonesia

Biaya Opsi Saham Karyawan (ESOP) untuk perusahaan naik 344 persen dari Rs153 crore pada Tahun Keuangan 2021 menjadi Rs680 crore pada Tahun Keuangan 2022 ketika perusahaan secara signifikan mengurangi biaya upah dan bonus.

Ada peningkatan signifikan dalam biaya ESOP, hanya belanja pegawai OYO meningkat 7 persen karena upah dan biaya bonus turun 27 persen.

OYO berada dijalur menuju profitabilitas dua tahun lalu setelah keluar dari Covid-19, dan  menuju daftar go publik,” kata Troy Alstead Direktur Independen di dewan OYO dan mantan COO dari Starbucks.

Perusahaan layanan golobal perhotelan diposisikan dengan baik dalam hal faktor seperti model bisnis, total peluang pertumbuhan, investasi teknologi, dan investasi yang dihadapi konsumen.

“Hasil laporan keuangan OYO menunjukkan hal itu,” Alstead kepada ET dalam sebuah wawancara eksklusif.

Dia mengatakan beberapa investor lebih tertarik pada arus kas yang dapat diprediksi dan kurang tertarik pada pertumbuhan, sementara beberapa lainnya sangat tertarik pada pertumbuhan dan siap menerima beberapa volatilitas.

Halaman:

Editor: Kris Wow

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Penyebab Harga Timah di ICDX Lebih Tinggi

Senin, 3 Oktober 2022 | 08:18 WIB

Harga Timah Melonjak Saat Prospek Permintaan Logam Suram

Kamis, 29 September 2022 | 12:34 WIB

Gagal Rebound, Harga Timah Turun 1,2 Persen

Rabu, 28 September 2022 | 17:06 WIB

Impor Timah Konsentrat China Naik Signifikan

Rabu, 28 September 2022 | 14:48 WIB

Lonjakan Harga Timah Tertahan

Rabu, 28 September 2022 | 10:27 WIB

Harga Timah Masih Kuat dari Hantaman Dolar AS

Selasa, 27 September 2022 | 13:32 WIB
X