Inflasi Bangka Belitung Tinggi, Pengamat Ekonomi Katakan Ini

- Jumat, 19 Agustus 2022 | 20:29 WIB
Dosen Fakulas Ekonomi Universitas Bangka Belitung (UBB), Devi Valeriani yang juga pengamat ekonomi di Bangka Belitung (Robby Wow)
Dosen Fakulas Ekonomi Universitas Bangka Belitung (UBB), Devi Valeriani yang juga pengamat ekonomi di Bangka Belitung (Robby Wow)

BANGKA BELITUNG,www.wowbabel.com -- Angka inflasi Bangka Belitung masuk dalam lima provinsi inflasi tertinggi di Indonesia.

Presiden Jokowi mengatakan angka inflasi Bangka Belitung sebesar 7,7%. Angka ini atas angka inflasi nasional yakni sebesar 5%.

Dosen Fakulas Ekonomi Universitas Bangka Belitung (UBB), Devi Valeriani mengatakan provinsi yang tinggi inflasinya secara keseluruhannya adalah provinsi di Wilayah Sumatera, dimana Bangka Belitung menduduki peringkat ketiga dengan angka inflasi year on year sebesar 7,77 %. 

“Angka tersebut merupakan akumulasi sepanjang July 2021 sampai July 2022. Patut kita cermati dalam kurun waktu tersebut beberapa komoditas global maupun lokal mengalami kenaikan harga yang sangat luar biasa,” ujar Devi Valeriani kepada wowbabel.com, Jumat 19 Agustus 2022.

Di Bangka Belitung terlihat harga cabai pada bulan Maret 2022 menembus angka diatas Rp 150 ribu, harga daging sapi menjelang Idhul Adha berkisar antara Rp 140 ribu sampai Rp 160 ribu perkilogram, harga ikan selar dan ikan tenggiri kerap menjadi pemicu inflasi bulanan  demikian juga harga ayam ras terpantau mengalami pergerakan yang juga memicu inflasi. Kondisi minyak goreng yang  sulit di pasaran  sempat membentuk ketidakstabilan harga.

Baca Juga: Jokowi Sentil Inflasi Babel Tinggi, Ini Respon Pj Gubernur Bangka Belitung

Hal tersebut dapat dikatakan bahwa komoditas bahan pangan  memiliki kerentanan harga yang berpeluang besar menjadi pembentuk tingginya angka inflasi daerah. Sisi lain adalah harga tiket pesawat, ketika menjelang akhir tahun, liburan hari besar keagamaan, lonjakan harga tiket pesawat  di Bangka Belitung sangat tinggi. 

“Sehingga dapat dikatakan bahwa Inflasi tahunan yang cukup tinggi tersebut dipengaruhi faktor penawaran dari harga komoditas pangan dan tiket pesawat,” jelas Devi Valeriani.

Menurutnya, jika melihat dari sisi permintaan inflasi didorong oleh meningkatnya harga komoditas unggulan Bangka Belitung seperti timah, CPO, dan lada yang berdampak pada peningkatan pendapatan dan tingkat konsumsi masyarakat. Tingginya inflasi yang disebabkan oleh sisi penawaran namun didorong oleh tingginya harga komoditas unggulan Bangka Belitung, sehingga daya beli masyarakat masih terjaga, apalagi daya beli ketika menghadapi hari besar keagamaan.

Halaman:

Editor: Barly Wow

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Harga Timah Shanghai Menguat, di London Malah Turun

Senin, 30 Januari 2023 | 18:21 WIB

Harga Timah  Kembali Terhempas  

Senin, 30 Januari 2023 | 11:58 WIB

Harga Timah di Jalur Rekor Kenaikan Bulanan Tertinggi

Jumat, 27 Januari 2023 | 18:02 WIB

Wow, Harga Timah Catat Rekor, Tembus 33.000 Dolar

Jumat, 27 Januari 2023 | 10:12 WIB

Indonesia Pemasok Timah Olahan Terbesar ke Cina

Kamis, 26 Januari 2023 | 10:02 WIB

Harga Timah  Melonjak Dekati 31.000 Dolar AS

Kamis, 26 Januari 2023 | 09:52 WIB

Melesat, Harga Timah Sempat Dekati 30.000 Dolar

Selasa, 24 Januari 2023 | 10:18 WIB

Jelang Libur Imlek, Harga Timah Terkoreksi Tajam

Kamis, 19 Januari 2023 | 13:49 WIB

Harga Timah Terhindar dari Kejatuhan Lebih Dalam

Rabu, 18 Januari 2023 | 16:49 WIB

Harga Timah Turun Setelah Permintaan Melemah

Selasa, 17 Januari 2023 | 10:43 WIB

Harga Timah Shanghai Menembus 228.000 Yuan

Senin, 16 Januari 2023 | 10:00 WIB

Wow, Harga Timah Dunia Melesat 29.000 Dolar

Jumat, 13 Januari 2023 | 16:23 WIB
X