Pasokan Timah Global Terancam Karena Myanmar Hentikan Tambang Terbesar 

- Jumat, 26 Mei 2023 | 08:38 WIB
Tambang timah terbesar di Negara Bagian Wa  Myanmar bakal ditutup. Pemerintah negara bagian melanjutkan penangguhan penambangan timah terbesar di daerah itu sebagai komitmen  untuk mempromosikan praktik pertambangan yang berkelanjutan. 
Tambang timah terbesar di Negara Bagian Wa Myanmar bakal ditutup. Pemerintah negara bagian melanjutkan penangguhan penambangan timah terbesar di daerah itu sebagai komitmen  untuk mempromosikan praktik pertambangan yang berkelanjutan. 

EKONOMI, www.wowbabel.com -- Harga timah dunia naik karena kekhawatiran pasokan setelah wilayah penghasil timah utama di Myanmar menegaskan kembali  untuk menangguhkan penambangan akhir tahun ini.

Myanmar sebagai eksportir konsentrat timah terbesar dengan China sebagai tujuan utama. 

Langkah Myanmar menghentikan tambang timah terbesar di negara bagian Wa akan menambah tekanan terhadap pasokan timah dunia.

Baca Juga: Harga Timah Melonjak Setelah Myanmar Serius Menutup Tambang Terbesarnya 

"Rencana terperinci untuk menangguhkan semua aktivitas penambangan di wilayah Wa di Myanmar mulai 1 Agustus dirilis awal bulan ini," kata Asosiasi Timah Internasional (ITA) dalam sebuah pernyataan pada hari Rabu.

Timah tiga bulan di London Metal Exchange CMCU3 naik 1,9% menjadi 24.415 USD per ton, sementara kontrak timah Juni yang paling banyak diperdagangkan di Shanghai Futures Exchange (SHFE) naik 2% menjadi 198.630 yuan per ton.

Pengumuman penangguhan penambngan timah oleh Myanmar bulan lalu membuat harga timah meroket hingga 10%.  China Yunnan Tin, produsen timah olahan terbesar dunia, mengatakan penghentian penambangan di Wa dapat menyebabkan pengetatan lebih lanjut pasokan timah global.

Baca Juga: Anjlok Lagi, Harga Timah Dunia Tinggal Segini

Myanmar adalah pemasok utama bijih timah ke China. Pada April 2023, 89% bijih timah yang diekspor dari Myanmar ke China berasal dari Negara Bagian Wa. Oleh karena itu, larangan penambangan menyeluruh di Negara Bagian Wa, mulai 1 Agustus, mengancam akan menyebabkan defisit pasokan yang parah di Tiongkok.

Data penelitian SMM, volume impor bijih timah China pada bulan April mencapai 18.671 metrik ton, turun 14,85% month-on-month (MoM) tetapi meningkat 18,09% year-on-year (YoY). 

Volume impor kumulatif bijih timah China Januari-April adalah 74.171 metrik ton, penurunan kumulatif sebesar 29,05% YoY.

Baca Juga: Harga Timah Dunia Loyo Terus, Pendapatan TINS dan MSC Turun

Pada bulan April, impor dari Myanmar turun 11,58% MoM dan impor dari negara selain Myanmar turun 25,51% MoM.

"Penurunan tersebut terutama disebabkan oleh menyusutnya keuntungan impor, yang hanya mencapai 1.126,39 yuan per 22 Mei, terendah sepanjang tahun ini. Keuntungan impor yang tipis dapat mempengaruhi impor di masa depan," tulis peneliti SMM dalam laporan.  

Halaman:

Editor: Krisya

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Tik Tok Belum Kantongi Izin E-Commerce di Indonesia

Senin, 25 September 2023 | 20:01 WIB

UMKM Semakin Pulih, Kualitas Kredit BRI Sehat

Minggu, 24 September 2023 | 12:13 WIB

Harga Timah Terkoreksi, Dihargai 25.500 USD

Jumat, 22 September 2023 | 15:37 WIB

Harga Timah Gagal Pertahankan Laju Kenaikannya

Selasa, 19 September 2023 | 14:33 WIB

Harga Timah Naik Tajam Menjadi 26.000 USD

Senin, 18 September 2023 | 17:46 WIB

Stok di China Mulai Terkuras, Harga Timah Melonjak

Jumat, 15 September 2023 | 12:08 WIB

Harga Timah Dalam Tekanan, Jatuh Lagi di Level 25.440 USD

Selasa, 12 September 2023 | 15:06 WIB
X