Pendaftaran Siswa Baru Via Online Sudah Ditutup, SMPN 8 Masih Kekurangan Siswa

Ginta Gusti Pranata    •    Jumat, 24 Juni 2022 | 14:07 WIB
Lokal
Caption: SMPN 8 Pangkalpinnag. (gn/wb)
Caption: SMPN 8 Pangkalpinnag. (gn/wb)

PANGKALPINANG, wowbabel.com  -- Pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) dalam hal pendaftaran siswa tahun ajaran 2022/2023 di SMP N 8 Kota Pangkalpinang masih terus berjalan hingga tanggal 29 juni mendatang.

Hal tersebut lantaran masih minimnya kuota atau belum tercukupnya jumlah siswa tiap Rombongan Belajar (Rombel) yang telah ditetapkan pemerintah yaitu satu rombel berisikan 36 siswa.

Nuryanto selaku Ketua PPDB SMPN 8 Kota Pangkalpinang menyampaikan saat ini jumlah siswa yang baru mendaftar di SMPN 8 Pangkalpinang sebanyak 173 siswa, atau masih kurang 43 siswa dari jumlah yang ditargetkan.

Lebih lanjut, ia mengatakan SMPN 8 Pangkalpinang tahun ajaran 2022/2023 ini membuka untuk 6 kelas dengan total keseluruhan siswa baru sebanyak 216 siswa. Ia menilai kondisi seperti ini sangat berbanding terbalik dengan sekolah lainnya.

"Rencananya ada 6 kelas atau 6 rombel dengan total 1 kelasnya diisi sebanyak 36 siswa, harapannya seperti itu. Akan tetapi sampai sekarang masih kekurangan kuota, jadi kalau sekolah lain ada yang lebih, malahan SMPN 8 ini kurang," ungkap Nuryanto, Jumat (24/6/2022).

Dengan keadaan yang seperti ini, ia memaparkan bahwa saat ini SMPN 8 masih menerima siswa baru sampai tanggal 29 juni atau tepat satu hari sebelum proses pendaftaran ulang, hal ini dilakukan demi menutup jumlah kekurang siswa tersebut.

"Totalnya kan baru 173 siswa atau yang ikut pendaftarannya, masih kurang 43 siswa lagi. Walaupun sudah tutup (pendaftaran online), SMPN 8 masih menerima siswa secara offline. karna bagaimana pun juga masih kekurangan siswa. Jadi sayang kalau tidak terpenuhi," harap Nuryanto.

Sebelumnya, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pangkalpinang menetapkan terkhusus SMPN 8 dan SMPN 9 mendapat prioritas lebih akan jumlah zonasi yang lebih luas, ketika disinggung mengenai hal ini menurut Nuryanto hal itu berdasarkan area sekitaran sekolah dan nyatanya tak banyak membantu dalam menambah jumlah siswa barunya.

"Memang SMPN 8 mendapat prioritas lebih karna wilayah sekitaran sini Sekolah Dasar (SD) lebih sedikit. Serta banyaknya perkantoran di area dekat sini dan ditambah orangtua siswa yang berada di daerah Tayib lebih memilih sekolah yang ada di Kampung Dul," ujar Nuryanto.

Kendati mendapat zonasi yang lebih luas daripada Sekolah Menegah Pertama lainnya di Pangkalpinang, ia menanggap hal ini belum dapat membantu perekrutan siswa baru. Terbukti dengan hampir setiap tahunnya semenjak diterapkannya zonasi ini, SMPN 8 dan SMPN 9 selalu kekurangan siswa terus menerus.

Sekali lagi ia optimis untuk mendapatkan siswa sesuai kuota yang ada dan ia kembali berujar bahwa sampai data verifikasi belum diumumkan, sekolah masih bisa menerima siswa secara offline.

"Bisa diterima sampai tanggal 29 bulan juni, atau tepat sehari sebelum proses daftar ulang. Saat ini kan posisi kita masih verifikasi pendataan siswa, atau melengkapi berkasnya," tutur Nuryanto.

Sejauh ini ia mengaku belum ada tanggapan resmi dari Dinas Pendidikan Kota mengenai kekurangan siswa di SMPN 8 Pangkalpinang. Biarpun kedepannya tak mendapat tambahan siswa baru sesuai kuota yang tersedia, ia memastikan dengan jumlah siswa baru yang telah mendaftar, masih bisa terpenuhi untuk menjadi 6 rombel.

Belum ada, belum tanggapan dari Dinas Pendidikan. Masih bisa, karna menurut aturannya satu rombel itu maksimal 36 siswa, bisalah kita bagi menjadi 6 kelas," tukas Nuryanto. (gn/wb)



BACA JUGA
MEDSOS WOWBABEL