Membandel, Sudah Dilarang Oknum Warga Masih Buang Sampah di TPU Keramat

Chairul Aprizal    •    Sabtu, 28 Mei 2022 | 19:53 WIB
Lokal
Sampah menumpuk dan berserakan di kawasan TPU Keramat Tangga Seribu Muntok.(rul/wb)
Sampah menumpuk dan berserakan di kawasan TPU Keramat Tangga Seribu Muntok.(rul/wb)

MUNTOK,www.wowbabel.com -- Kendati sudah sering dilakukan sosialisasi dan imbauan kepada masyarakat sekitar namun para oknum yang tak bertanggung jawab tetap membuang sampah di Pemakaman Umum (TPU) Pahlawan yang berada di kawasan Keramat Tangga Seribu, Kelurahan Keranggan, Kecamatan Muntok.

Baca Juga: Jadi Tempat Pembuangan Sampah, Kawasan TPU Keramat Tangga Seribu Menebarkan Bau Busuk

Saat dikonfirmasi wowbabel.com, Lurah Keranggan, Kerynna Meithesya mengatakan dirinya sudah sering melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar tidak membuang sampah di sekitar Pemakaman Umum (TPU) yang menjadi tempat pemakaman pahlawan tersebut.

"Kami akan mengadakan rapat pada Hari Selasa, jadi itu kan sudah lama dan dari awal juga sudah ditangani terkait sampah yang ada di TPU Keramat itu. Dari pihak kelurahan juga sudah sering kerja bakti di sana dan melibatkan  perangkat RT/RW juga. Kami juga sudah pernah mengeluarkan surat himbauan kepada masyarakat agar tidak membuang sampah di tempat itu, dan memasang spanduk juga," terang Kerynna Meithesya, Sabtu (28/5/2022).

Tidak henti-henti pihak kelurahan mengimbau dan melarang para oknum warga agar tidak membung sampah di sekitar TPU tersebut. Kerynna Meithesya mengungkapkan ini oknum masyarakatnya yang susah dikasih tahu. 

"Ini masyarakatnya yang bandel sudah dikasih tau tetap saja membuang disitu, Jadi sampahnya menumpuk itu. Karena masyarakat terus menerus mengulangi. makanya kami mau mengadakan rapat untuk penyelesaiannya," tuturnya.

Lebih lanjut, Kerynna Meithesya menyadari untuk oknum masyarakat yang membuang sampah di area tersebut sudah lama dan sempat berhenti namun hal yang sama terulang kembali.

"Sebelumnya juga sudah stop setelah Kelurahan Keranggan dan para RT/RW serta masyarakat setempat membersihkan dan sudah dipasang spanduk bahwa tidak boleh membuang sampah disitu. Tapi mereka tetap berulang lagi sampai sekarang," ungkapannya.

"Untuk Kelurahan Keranggan sendiri baru terbentuk dua tahun dan sebelumnya merupakan Kelurahan Tanjung terjadi lah  pemekaran. Kalau untuk masyarakat membung sampah disitu sudah sekitar satu tahunan kebelakang," tambahnya. 

Diketahui sebelum terjadi pemekaran pihak  Kelurahan Tanjung dan dinas terkait sudah menyediakan tempat untuk masyarakat membung sampah supaya tidak membung sampah sembarangan.

"Dari Kelurahan Tanjung juga sudah sempat ada solusi sebelum terjadi pemekaran. Sudah ada kontener (tempat sampah - red) yang telah disediakan untuk masyarakat namun setelah pemekaran tempat sampah itu ditarik kembali oleh DLH. Dan mereka juga sudah berapa kali mengadakan rapat bahwa sampah tidak boleh dibuang di situ. Tapi masyarakatnya yang bandel tetap membuang sampah disitu," tukasnya.(rul/wb) 



BACA JUGA
MEDSOS WOWBABEL