Rebutan Kawasan Tambang, Nelayan Kerap Dikalahkan Penambang Liar

Chairul Aprizal    •    Selasa, 17 Mei 2022 | 12:44 WIB
Lokal
Caption: Aktivitas penambangan timah ilegal yang terjadi di Perairan Teluk Kelabat. (IST)
Caption: Aktivitas penambangan timah ilegal yang terjadi di Perairan Teluk Kelabat. (IST)

PARITTIGA, wowbabel.com -- Penambangan ilegal atau liar yang beraktivitas di hamparan perairan Teluk Kelabat (Dalam dan Luar) yang masuk dalam Kabupaten Bangka Barat maupun Kabupaten Bangka semakin merajalela.

Aktivitas penambangan salah satunya di perairan Tanjung Sunur, Kabupaten Bangka yang menjadi lokasi tangkapan nelayan baik nelayan dari Bangka Barat maupun Bangka ini sudah tidak tenteram lagi bagi nelayan.

Haji Armin mengatakan tambang ilegal (TI) semakin menguasai wilayah tangkap nelayan itu setidaknya sekitar ratusan ponton terus beraktivitas.

"Sekarang juga kelihatannya kalau dua ratusan ada (TI-red) jenis ponton pakai drum besar. Asli sebenarnya Teluk Kelabat inikan sudah jadi tempat nasional lautnya memang dijaga sebenarnya," ucap Nelayan Tanjung Niur ini, Selasa (17/05/2022) dalam laporannya kepada wowbabel.

Para kaum nelayan ini sejak dahulu hingga sekarang sudah berulang kali menyuarakan penolakan terhadap aktivitas penambangan liar tersebut.

Nelayan lainnya Arapik (43) mengatakan meski adanya penambangan tidak membuat nelayan ini berhenti melaut karena tiap harinya terpaksa mencari ikan di lokasi yang sudah dijarah oleh penambangan.

"Tapi penghasilan memang agak berkurang sekarang ikannya dapatnya mungkin karena limbah ini jadi anak-anak ikan pasti mati, biasa bisa dapat dua puluh kilo sekarang paling lima kilo tinggalnya," ungkapnya.

Arapik menerangkan tiap harinya para nelayan bertarung merebutkan haknya diperairan Tanjung Sunur, Pangka Niur, Kabupaten Bangka, yang sudah menjadi mata pencahariannya sejak dahulu dengan para penambang yang kebetulan beraktifitas dilokasi yang sama.

"Itulah yang kami bingung sama aparat macam mana sedangkan inikan Teluk Kelabat inikan dilarang sebenarnya. Gangguan pasti banyak kayak lokasi kita untuk pasang jaring sudah susah terbongkar semua terpaksa menyingkir", tuturnya.

Nelayan terus mengalah dengan para penambang Ilegal karena lokasinya sudah lebih dulu dirusak oleh penambang tiap kali akan menjaring ikan.

"Kami cuma mohon sama aparat minta tolong dibantu, diusir TI yang ada di Teluk Kelabat Dalam ini sangat menggangu sekali. Pernah berkelahi sampai sampai perang ketapel juga ada kita," sebut Arapik. (rul/wb)



BACA JUGA
MEDSOS WOWBABEL