Kemana Ucapan Karangan Bunga Selamat Berpisah dan Terimakasih Tertuju

Jurnalis_Warga    •    Sabtu, 14 Mei 2022 | 16:38 WIB
Opini
Salah satu papan karangan bunga di Kantor Gubernur Bangka Belitung.(ist)
Salah satu papan karangan bunga di Kantor Gubernur Bangka Belitung.(ist)


Oleh: Marwan Al Ja’ fari (Pembelajar di Saung Budaya Bukit Betung) 


Sewaktu lewat Kantor Gubernur Kepulauan Bangka Belitung hendak Salat Jumat (14/5/2022) di Masjid Attaqwa samping kantor gubernur, terlihat puluhan bahkan mungkin ratusan karangan bunga ucapan selamat datang dan sukses ditujukan kepada Pj Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Bapak Ridwan Djamaluddin.

Karangan bunga ucapan yang tampak menghiasi halaman tersebut,  dikirim  berbagai kalangan, baik pejabat, pengusaha, perusahaan, dan sebagainya.

Karangan bunga papan demikian itu memang sering digunakan untuk  mengungkapkan berbagai rasa mulai dari sayang, rasa senang, belasungkawa, dan ungkapan rasa sedih.

Ucapan selamat dan sukses biasanya bisa ditemukan pada beberapa moment. Misalnya saat ada kenaikan pangkat, pembukaan cabang baru perusahaan, atau pencapaian suatu keberhasilan seseorang menduduki posisi tertentu, dan sebagainya.

Bunga dalam hal tersebut bisa menjadi ungkapan dari perasaan seseorang mulai dari perasaan senang, gembira hingga sedih atau berduka.

Ucapan selamat dipilih menggunakan papan karangan bunga mungkin  karena lebih tahan lama, setidaknya sekitar tiga hari sampai tumbuhan di dalamnya layu, bahkan sampai mengering masih terlihat menarik.

Padahal kalau kita pikir untuk mengirim ucapan selamat sebetulnya bisa cukup lewat SMS saja.  Tapi faktanya, mengapa lewat SMS sepertinya tidak cukup?!

Kata kuncinya, meminjam istilah Syahrini adalah,  "cetar membahana".  Karangan bunga papan ada hubungan erat dengan kecetaran itu.

Ucapan yang cetar membahana bisa memberi kesan wah dalam kemeriahan suatu perayaan, dan akan turut membangun kegembiraan. Termasuk bila diwakilkan oleh karangan bunga.

Lalu bagaimana perasaan orang yang mendapatkan kiriman karangan bunga papan dengan ukuran besar-besar, apakah akan merasa sangat senang atau biasa- biasa saja? Mungkin ada juga rasa senang, karena terlihat ada orang yang sangat peduli dengan prestasi yang sedang diraih, sampai-sampai mengirim karangan bunga. Apalagi yang mengirim adalah orang yang dihormati, yang namanya tertera di papan karangan bunga ucapan itu juga.

Adalah hal yang biasa terlihat,  di papan itu selain terpampang nama penerima, ada juga nama pengirim. Nama sang pengirim dibuat dalam ukuran tulisan yang lebih besar. Hal ini mungkin agar sang penerima atau siapa pun yang membaca bisa langsung mengetahui siapa sosok sang pengirim.

Kelihatannya ini bisa menjadi prestise sendiri atau bahkan sebagai media branding  yang punya maksud-maksud tertentu dan tersembunyi bagi perusahaan, pejabat, selebriti maupun tokoh masyarakat yang jadi pengirim. 

Pokoknya adalah bagaimana mereka bisa eksis dulu di depan pihak yang mereka kirimkan ucapan karangan bunga papan itu.

Dengan itu mereka bisa membangun silaturrahmi (pedekate) di kemudian hari, karena hal ini adalah perkara yang penting untuk membangun hubungan baik dengan pihak yang dikirimi bunga ucapan selamat.

Yang menarik untuk ditelisik dalam karangan bunga ucapan di kantor Gubernur Kepulauan Bangka Belitung atau di tempat lain adalah mengapa dari sekian banyak  jumlahnya itu, tidak ada satu pun yang mengucapkan selamat berpisah, selamat tinggal, selamat jalan, atau ucapaan terima kasih kepada gubernur definitif yang telah menyelesaikan tugasnya?

Bukankah biasanya pasangan kalimat selamat datang itu adalah selamat berpisah. Istilah di acara-acara resminya:  Welcome- Goodbye atau Pisah Sambut.

Apakah memang sebegitu cepat mereka melupakan gubernur yang telah menyelesaikan tugasnya itu, padahal selama ini mereka selalu bersama- sama? Mudah-mudahan perkiraan saya salah.

Akan tetapi, barang kali hal-hal yang kelihatan kecil seperti ini juga harus menjadi perhatian bagi Bapak Ridwan Djamaluddin, Pj Gubernur kita saat ini.



BACA JUGA
MEDSOS WOWBABEL