Calon Desa Baru Sungai Selan Raya, Apa yang Diharap Apa yang Didapat

Jurnalis_Warga    •    Selasa, 10 Mei 2022 | 14:59 WIB
Opini
Caption: Ruslan, Mahasiswa Ilmu Politik, Universitas Bangka Belitung. (IST)
Caption: Ruslan, Mahasiswa Ilmu Politik, Universitas Bangka Belitung. (IST)

Oleh: Ruslan (Mahasiswa Ilmu Politik, Universitas Bangka Belitung) 


Pemekaran Desa sebagai wujud pengejahwantahan serapan aspirasi yang berkembang di masyarakat. Idealnya dapat  meningkatkan penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan dan pelayanan publik. Hal ini guna percepatan terwujudnya kesejahteraan masyarakat dalam  sebuah keselarasan, meningkatkan kemampuan pemerintah desa, memperpendek rentang kendali sehingga efektifitas penyelenggaraan pemerintah yang hirarki dan pengelolaan pembangunan dapat terwujud.

Namun, jika dirunut kebelakang, dalam proses pemekaran suatu desa kerap dilakukan dengan berbagai rekayasa dan memaksakannya. Padahal mestinya pemekaran atau bahkan perluasan desa adalah suatu yang alami, sehingga prosesnya juga haruslah alami. Jikapun ada rekayasa untuk mempersiapkannya, rekayasanya juga harus berjalan alami, agar jangan terjadi desa setelah pemekaran malah menjadi tidak berkembang. 

Hal ini perlu dicermati agar semangat perluasan dan pemekaran wilayah tidak hanya sekedar kepentingan “sesaat” atau keinginan kelompok ataupun kepentingan politik, termasuk hanya sekedar bagi-bagi kekuasaan sebagaimana yang dijumpai di tengah masyarakat.

Menelaah beberapa syarat yang mesti terpenuhi dalam Undang Undang nomor 6 tahun 2014 dan Peraturan Pemerintah (PP) nomor 43 tahun 2014 sebagimana diubah dengan Peraturan Pemerintah (PP) nomor 47 tahun 2015 khususnya yang mengatur tentang mekanisme pembentukan sebuah desa (UU Desa/ pasal 8 huruf b. (3) harus memenuhi syarat terpenuhinya jumlah penduduk paling sedikit untuk wilayah Sumatera 4.000 jiwa atau 800 kepala keluarga serta batas wilayah Desa yang dinyatakan dalam bentuk peta Desa yang telah ditetapkan dalam peraturan Bupati/Walikota (f.)

Dari penelusuran tim panitia pembentukan  desa Sungaiselan raya, pemerintah Kabupaten Bangka Tengah, kecamatan sungaiselan, dan kelurahan sungaiselan, sebagai induk memegang peranan yang sangat setrategis dalam proses institusi pemerintahan yang ada ke dalam dua unit pemerintahan yang berdiri sendiri  - sendiri. 

Komitmen politik untuk pembentukan desa harus  dijabarkan kedalam kebijakan – kebijakan teknis oprasional untuk memastikan dua unit pemerintah yang berdiri sendiri – sendiri. 

Tanggung jawab untuk memutuskan kedalam dua unit sampai desa definitif  terbentuk. Dalam konteks sosiologis maupun dalam konteks sosial budaya masyarakat calon desa baru sungaiselan raya, ada beberapa indikasi kematangan pembentukan desa sungaiselan raya, diantaranya :

Pertama, kesadaran serta semangat kolektif masyarakat calon desa sungaiselan raya. khususnya di wilayah lingkungan swadaya sudah tergabung sejak lama untuk mengembalikan lagi eksistensi daerah Bangka Tengah. 

Kemudian juga, terkait dengan tingkat kohesitivitas sosial masyarakat yang sangat tinggi serta intensif dalam mendukung pembentukan. Realitasnya hampir tidak ditemukan sedikitpun wacana ataupun gerakan yang menolak, bahkan menentang, baik dari kalangan intelektual, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, tokoh adat dan agama.



BACA JUGA
MEDSOS WOWBABEL