Opini Dibalas Persekusi: Penganiayaan Ade Armando Wujud Disfungsi Laten Sistem Nilai dan Moral

Jurnalis_Warga    •    Rabu, 27 April 2022 | 09:31 WIB
Opini
Ade Armando saat dievakuasi polisi usai dianiaya oleh massa demo di depan Gedung DPR RI, Senin (11/4/2022). (net)
Ade Armando saat dievakuasi polisi usai dianiaya oleh massa demo di depan Gedung DPR RI, Senin (11/4/2022). (net)


Oleh: Panggio Restu Wilujeng (Dosen Jurusan Sosiologi UBB)


Demo mahasiswa terkait isu penundaan Pemilu dan Presiden 3 periode, pada tanggal 11 April 2022 lalu di depan gedung DPR RI, diciderai dengan aksi penganiayaan Dosen UI Ade Armando. Peristiwa tersebut berlangsung setelah peserta demonstrasi akan menutup aksi.

Di tengah suasana riuh aksi mahasiswa, muncul suara-suara “Darahnya Halal !” disusul sahutan ibu-ibu “Buzzer, munafik, pengkhianat, penjilat ! kemudian sosok Ade Armando tersungkur di aspal jalan, berusaha melindungi wajahnya dengan tangan,  meringkuk menahan badannya diinjak-injak dan dilucuti celananya oleh massa. Ia berakhir babak belur dan setengah telanjang.

Ade Armando jelas dianiaya bukan karena isu penundaan Pemilu dan Presiden 3 periode, karena ia berada di dalam arus yang sama dengan gerakan mahasiswa, menolak agenda tersebut. Aksi penganiayaan  ini bukan dari kalangan mahasiswa, namun beberapa oknum. Pengungkapan kasus ini baru dirilis di media tanggal 13 April lalu. Ada empat pelaku yang teridentifikasi oleh Polda Metro Jaya. Informasi yang  di dapatkan, motif oknum menganiaya Ade Armando dikarenakan tersulut aksi demo, serta geram dengan munculnya sosok tersebut di tengah aksi, sehingga menghadirkan memori kolektif tentang statement-statement kontroversial yang pernah dia (Ade) utarakan di sosial media.  

Sebelumnya banyak pihak dan publik yang sudah mengaitkan dengan statement-statement Ade Armando yang dianggap menyakiti hati kelompok umat beragama. Asumsi-asumsi tersebut terbukti benar.  Beberapa kali Statement kontroversial Ade Armando dilaporkan  atas kasus dugaan tindak pidana ujaran kebencian bernuansa SARA.

Muncul pro dan kontra terhadap kejadian ini. Mereka yang pro, jelas dari kalangan yang membenci Ade Armando. Ngerinya, banyak sekali netizen yang mencuitkan pembenaran atas aksi kekerasan ini. Ada yang senang dan ada  yang puas melihat Ade Armando babak belur  dihakimi massa. Bisa dikatakan banyak pihak mensyukuri kejadian ini. Hal ini terekam di kolom-kolom komentar sosial media.

Opini dibalas Persekusi, itulah tagline yang sedang menjadi sorotan publik kali ini. Beberapa kali publik yang “ membenci” statement Ade Armando, menunggu moment sosok ini duduk di persidangan dan mempertanggung jawabkan setiap perkataanya. Melalui kejadian ini, seolah-olah suasana persidangan tersebut tergantikan dengan aksi pengeroyokan di jalanan. Seakan-akan mewakili kegeraman publik lantaran sakit hati dengan ucapan-ucapan Ade Armando di sosial media. Ternyata kebencian terhadap Ade Armando sangat massif dan tentu saja mengganggu sistem nilai masyarakat yang sudah terpelihara.



BACA JUGA
MEDSOS WOWBABEL