Nilai Tukar Petani di Bangka Belitung Naik Lagi

Tim_Wow    •    Selasa, 04 Januari 2022 | 09:50 WIB
Ekonomi
Caption: Gubernur Bangka Belitung, Erzaldi Rosman saat bersama para petani di Babel. (dok/IST)
Caption: Gubernur Bangka Belitung, Erzaldi Rosman saat bersama para petani di Babel. (dok/IST)

PANGKALPINANG, www.wowbabel.com -- Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mencatat Nilai Tukar Petani (NTP) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung pada Desember 2021 sebesar 135,93 atau naik 0,75 persen dibanding NTP bulan sebelumnya. 

Kenaikan NTP dikarenakan Indeks Harga yang Diterima Petani (It) naik sebesar 3,16 persen lebih tinggi dari kenaikan Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) sebesar 2,38 persen.

Adapun perincinan NTP Babel pada Desember 2021 untuk subsektor Tanaman Pangan (NTP-P) sebesar 95,23; Subsektor Hortikultura (NTP-H) sebesar 125,81; Subsektor Tanaman Perkebunan Rakyat (NTP-R) sebesar 141,68; Subsektor Peternakan (NTP-T) sebesar 110,52; Subsektor Perikanan (NTP-P) sebesar 113,87 dengan Kelompok Perikanan Tangkap (NTN) sebesar 114,60 dan kelompok Perikanan Budidaya (NTPi) sebesar 93,13.

Pada Desember 2021 terjadi kenaikan Indeks Konsumsi Rumah Tangga (IKRT) sebesar 2,43 persen yang disebabkan oleh kenaikan indeks pada 9 (sembilan) kelompok pengeluaran.

“Nilai Tukar Petani (NTP) adalah perbandingan indeks harga yang diterima petani (It) terhadap indeks harga yang dibayar petani (Ib). NTP merupakan salah satu indikator untuk melihat tingkat kemampuan/daya beli petani di perdesaan. NTP juga menunjukkan daya tukar (terms of trade) dari produk pertanian dengan barang dan jasa yang dikonsumsi maupun untuk biaya produksi,” kata kata Kepala BPS Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Ibu Dwi Retno Wilujeng Wahyu Utami, S.Si, M.Si dalam keterangan tertulisnya, Senin (3/1/2022).

Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian (NTUP) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Desember 2021 sebesar 133,42 atau naik 0,63 persen dibanding NTUP bulan sebelumnya.

Pada November 2021, BPS mencatat Bangka Belitung masuk dalam lima besar provinsi dengan kesejahteraan petani hortikultura tertinggi, setelah DI Yogyakarta diikuti Sulawesi Tenggara dengan NTPH berada di level 112,21. Lalu petani Kepulauan Bangka Belitung dengan NTPH 108,1.

Bangka Belitung juga masuk dalam lima provinsi dengan kesejahteraan petani peternakan tertinggi , setelah Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) tertinggi secara nasional. BPS mencatat, nilai tukar petani peternakan (NTPT) Kalteng berada di level 108,74 pada November 2021.

Selain Kalteng, petani peternakan di Nusa Tenggara Barat mempunyai NTPT tertinggi kedua sebesar 108,64. Diikuti Papua dengan NTPT 108,55, Kepulauan Bangka Belitung dengan NTPT 108,42, serta Kalimantan Timur dengan NTPT 107,15.

Provinsi dengan NTPT tertinggi berikutnya adalah Nusa Tenggara Timur dengan NTPT 106,97. Setelahnya ada Papua Barat dengan NTPT 105,84, kemudian Gorontalo dengan NTPT 105,36, serta Maluku dan Kalimantan Utara dengan NTPT masing-masing 105,3 dan 104,8. (wb)



BACA JUGA
MEDSOS WOWBABEL