Tutup Tahun 2021, Babel Ekspor Lada, Karet , dan Minyak Sawit Olahan Senilai Rp 123,5 Miliar

Tim_Wow    •    Jumat, 31 Desember 2021 | 17:34 WIB
Ekonomi
Caption : Gebyar Gerakan Tiga Kali Lipat Ekspor (Gratieks) yang difasilitasi oleh Balai Karantina Pertanian Kementeian Pertanian di Pangkalpinang, Provinsi Bangka Belitung mengekspor tiga komoditas pertanian unggulan, yakni lada, karet, dan minyak sait. Sebanyak 100 ton lada dikirim langsung melalui Pelabuhan Pangkalbalam ke Jepang, Vietnam, dan  Thailand, Jumat (31/12/2021). (IST)
Caption : Gebyar Gerakan Tiga Kali Lipat Ekspor (Gratieks) yang difasilitasi oleh Balai Karantina Pertanian Kementeian Pertanian di Pangkalpinang, Provinsi Bangka Belitung mengekspor tiga komoditas pertanian unggulan, yakni lada, karet, dan minyak sait. Sebanyak 100 ton lada dikirim langsung melalui Pelabuhan Pangkalbalam ke Jepang, Vietnam, dan Thailand, Jumat (31/12/2021). (IST)

PANGKALPINANG, www.wowbabel.com -- Provinsi Bangka Belitung mengirim  tiga komoditas pertanian unggulan ekspor dalam Gebyar Gerakan Tiga Kali Lipat Ekspor (Gratieks) yang difasilitasi oleh Balai Karantina Pertanian Kementerian Pertanian di Pangkalpinang. Sebanyak 100 ton lada dikirim langsung melalui Pelabuhan Pangkalbalam ke Jepang, Vietnam, dan Thailand.

Ekspor lada, karet, dan minyak sawit mentah Babel, Jumat (31/12/2021) bagian dari rangkaian Gratieks Kementerian Pertanian  yang menutup tahun  2021 dengan melakukan ekspor serentak di 34 pintu ekspor. Salah satu pintu ekspor Provinsi Kepulauan Bangka Belitung melalui Pelabuhan Pangkal Balam.

Ekspor produk pertanian dari Babel dilaporkan oleh Kementan menunjukkan tren membaik. Selaku otoritas karantina pertanian di perdagangan internasional, UPT  Karantina Pertanian  di Pangkalpinang ini bertugas untuk memfasilitasi produk pertanian saat di lalulintaskan. 

“Kami pastikan lada biji, karet sir dan produk olahan yang diekspor tersebut telah bebas dari organisme pengganggu tumbuhan karantina (OPTK) sesuai dengan persyaratan teknis negara tujuan ekspor,” kata Kepala Karantina Pertanian Pangkalpinang, Saifudin Zuhri setelah acara Gebyar Ekspor berlangsung di Pelabuhan Pangkal Balam.

Gebyar ekspor Kantor Karantina Pertanian Pangkalpinang memfasilitasi para eksportir mulai dari  16 – 31 Desember 2021 diantaranya ekspor bijih lada  sebanyak 100 ton senilai Rp10,136 milyar dengan negara tujuan  Jepang, Vietnam dan Thailand. 

Selain lada biji, yang diekspor dari Babel karet sir ke Korea Selatan sebanyak 282,240 ton dengan nilai ekonomi Rp 7,1 miliar, dan produk olahan sawit dikirim ke Myanmar dengan total 6.500 ton senilai Rp116,8 milyar. Sedangkan minyak sawit olahan palm kernel expeller dikirim ke Thailand sebanyak 3.700 ton senilai Rp7,9 milyar.

“Ada tiga komoditas pertanian unggulan ekspor asal Babel yakni lada, karet dan produk olahan kelapa sawit," kata Saifudin Zuhri . 

Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo dalam keterangan virtualnya mengatakan Pandemi Covid-19 yang berlangsung selama hampir dua tahun mengakibatkan berbagai sektor di Indonesia mengalami kelumpuhan. Namun, sektor pertanian menjadi salah satu sektor yang masih bertahan.

Tercatat, sektor pertanian menurut Menteri Pertanian RI, Syahrul Yasin Limpo, ekspor pertanian Indonesia telah mencapai Rp 451,8 triliun disepanjang 2020, dan angka ini naik 15,79% dari periode sebelumnya tahun 2019 yaitu Rp 390,16 triliun. 

Selain itu, Produk Domestik Bruto (PDB) sektor pertanian juga mengalami kenaikan. Selama Januari - Oktober 2021, ekspor pertanian mencapai Rp 518,85 triliun, meningkat 47,36% dibanding tahun 2020 sebesar Rp 352,09 triliun. Di samping itu, BPS dalam laporannya menyebut, sektor pertanian tumbuh sebesar 4,18% atau 0,43 miliar dollar AS bila dibanding dengan bulan sebelumnya.

Untuk memperkuat hal tersebut dan atas instruksi Presiden RI Joko Widodo, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo dan Kapolri RI, Listyo Sigit Prabowo beserta seluruh jajaran instansi terkait dan stakeholder, diikuti gubernur dari 34 provinsi seluruh Indonesia, bersama-sama mengawal pelepasan ekspor pertanian Indonesia serentak di 34 pintu masuk ekspor Indonesia tujuan 124 negara dengan total nilai ekspor sebesar Rp 14,43 triliun.

Kegiatan pelepasan yang mengangkat tema "Sinergi Pengawalan dalam Mewujudkan Pertanian Berkelanjutan dan Mendunia" ini, berpusat di Terminal Petikemas, Pelabuhan Soekarno Hatta, Makassar Sulawesi Selatan, secara hybrid Jumat (31/13/2021).

Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Pemprov. Babel) melalui Wakil Gubernur (Wagub) Abdul Fatah  menyambut baik diselenggarakannya acara Gebyar Ekspor bersama 34 Provinsi Seluruh Indonesia secara virtual sekaligus Pelepasan Ekspor Komoditas Hasil Pertanian Bangka Belitung.

Wagub berharap adanya kegiatan ini dapat mendorong para pelaku usaha di Babel agar dapat melakukan kegiatan ekspor, begitu juga dengan para eksportir untuk lebih meningkatkan produksi dalam rangka mendukung akselerasi ekspor.

"Harapan besar nantinya, produk pertanian kebanggaan masyarakat Babel seperti lada, sawit, minyak sawit, dan karet dapat diterima di pasar internasional, sehingga dapat menambah devisa negara dan meningkatkan lapangan kerja di Bangka Belitung," ujar Fatah. (wb)



BACA JUGA
MEDSOS WOWBABEL