Ribuan Vaksin Astra Zeneca dan Pfizer di Bangka Belitung Bakal Kedaluwarsa

Dwi H Putra    •    Selasa, 07 Desember 2021 | 12:21 WIB
Lokal
Ilustrasi (net)
Ilustrasi (net)

PANGKALPINANG, www.wowbabel.com -- Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepulauan Bangka Belitung (Babel) akan berupaya menghabiskan vaksin Covid-19 jenis Astra Zeneca dan Pfizer yang diterima pada November kemarin. 

Hal ini disebabkan sebanyak 15.000 dosis Astra Zeneca dan Pfiser sebanyak 24.000 dosis akan kedaluwarsa pada akhir bulan ini.

"Selain mempercepat pemberian Astra Zeneca ini, alternatif lainnya mengembalikan vaksin itu ke pemerintah pusat, atau menggeser ke Sumatera Selatan (Sumsel) yang penduduknya lebih banyak dari Babel," kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Babel, dr. Andri Nurtito di Pangkalpinang usai pertemuan dengan sejumlah stakeholder, Selasa (7/12/2021). 

"Kalau Pfizer ini dialokasikan ke Kabupaten Bangka sebanyak 24.000 dosis memerlukan kesiapan khusus, maka akan dikembalikan ke Kementerian Kesehatan (Kemenkes)," ujarnya. 

Menurutnya, Vaksin Astra Zeneca ini banyak tidak digunakan karena masa kadaluarsa sangat pendek, sementara Babel baru menerima vaksin tersebut pada November kemarin, sehingga waktu kurang dari dua bulan sudah expired.

"Sementara persediaan jenis vaksin yang lain banyak seperti Sinovac, Corona vac dan Frizer," jelas Andri.

Selain itu, Vaksin Astra Zeneca kurang diminati oleh masyarakat Babel, penyebabnya karena efek samping yang sering terjadi, dan juga kabar belum halalnya vaksin tersebut. 

"Semua vaksin punya keunggulan, meski ada beberapa mengalami efek samping ringan dari vaksin itu, seperti demam dan pegal-pegal. memang vaksin ini (Astra Zeneca) diterima di luar negeri, tapi masyarakat Babel minat paksin Corona Vac dan Sinovac," paparnya. 

Menindaklanjuti hal ini, Pemprov Babel akan menggenjot pelaksanaan vaksinasi untuk mencapai target kekebalan komunal, meskipun untuk vaksinasi tahap pertama sudah mencapai 74 persen. 

"Kami sudah memetakan target yang menjadi sasaran vaksinasi dengan menyasar RT dan RW," jelasnya. 

"Paling tidak saat ini kelompok sasaran mana yang perlu digenjot untuk vaksinasi, ini yang sudah kita ketahui, dan akan kita maksimalkan," paparnya. 

Pemprov Babel guna mencapai hal itu akan menggandeng BKKBN dengan vaksinasi keluarga yang menyasar praktik bidan mandiri untuk menyediakan vaksinasi bagi masyarakat di desa/kelurahan.

"Kita inventarisasi di desa kelurahan ada berapa KK ada berapa RT/ RW, ada berapa yang belum paksin. Ini yang disasar gunakan sumber daya yang ada di tempat ini melalui kader PLKB," tandasnya. 

Ditambahkannya masyarakat Babel saat ini 74 persen telah mendapatkan vaksin dosis pertama, dan 54 persen telah menuntaskan hingga dosis kedua, selisih ini sebutnya yang harus dilakukan agar capaian dosis lengkap. (dwi/wb)



MEDSOS WOWBABEL
OPINI KITE