Timah Masih Rentan Varian Omicron

Tim_Wow    •    Sabtu, 04 Desember 2021 | 19:21 WIB
Ekonomi
Ilustrasi. (net)
Ilustrasi. (net)

PANGKALPINANG, wowbabel.com -- Pasar komoditas logam masih tertekan oleh berita penularan varian Omicron COVID-19 di beberapa negara dalam sepekan terakhir. Termasuk harga timah yang sudah turun US$1500 per ton dari harga terringgi US$40.200 per ton.

"Timah berhasil menerima berita tersebut dengan cukup baik, dengan harga LME tiga bulan hanya sekitar US$ 1.500 per ton di bawah harga tertinggi baru yang ditetapkan pada 25 November sebesar US$ 40.200 perton," kata analisi pasar Asosiasi Timah Internasional (ITA), James Willoughby, Jumat (3/12/2021).

Harga logam dasar di London Metal Exchange (LME)  semuanya turun, termasuk timah. Tembaga satu-satunya logam yang bertahan pada penutupan pasar, Kamis (2/12/2021) sore. 

Timah di LME ditutup  US$38.800  per metrik ton  setelah harga hampir  menyentuh US$40.000 perton dalam tiga hari sebelumnya. Timah sempat juga menjadi logam dengan kinerja terbaik pada pekan ini.

Kondisi yang sama juga terjadi pada logam di Shanghai yang ditutup di zona negatif karena kekhawatiran meningkatnya kasusu   COVID varian  Omicron. Harga tinah juga  terpengaruh oleh situasi ekonomi makro  dari Federal Reserve juga menekan sentimen pasar.

"Stok timah terus meningkat, kemungkinan karena permintaan yang stabil dan peningkatan pasokan yang moderat, membawa kekurangan ke tingkat yang tidak terlihat sejak pertengahan September," ujar James.

Pada Oktober 2021, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat terjadi kenaikan ekspor timah dari Indonesia. Sebagian besar timah Indonesia berasal dari Bangka Belitung dikirim ke Singapura, India, Korea Selatan, Belanda, dan Amerika Serikat. (wb)



MEDSOS WOWBABEL
OPINI KITE