Etika Bisnis Terhadap Profesi Akuntan Pajak

Jurnalis_Warga    •    Senin, 29 November 2021 | 13:31 WIB
Opini
Ilustrasi (net)
Ilustrasi (net)

Oleh: Aryana Faziroh mahasiswi Fakultas Ekonomi Universitas Bangka Belitung 

Menurut Sigit Hermawan dan Nur Ravita Hanun (2018:9), etika bisnis adalah perilaku perusahaan yang memperhatikan dan menggunakan aspek norma, moralitas, dan agama. 

Dalam sebuah perusahan atau bisnis, etika adalah standar yang digunakan karyawan dalam melakukan aktivitas sehari-hari. Jika tidak dilakukan berdasarkan etika maka akan mengganggu kelangsungan hidup perusahaan baik secara langsung ataupun tidak dan baik dalam jangka pendek maupun dalam jangka panjang. 

Pekerjaan profesi seorang akuntan diatur oleh kode etik akuntan. Dalam kode etik akuntan, kode etik yang mendefinisikan hubungan antara akuntan dan klien, antara akuntan dengan kolega, dan antara profesi dan masyarakat. 

Etika bisnis berlaku untuk semua aspek perbekaitan dengan segala aspek kegiatan bisnis yang mencakup inpidu, bisnis dan masyarakat. Dalam sebuah perusahaan, etika bisnis dapat menggambarkan standar perilaku karyawan dan manajer Ketika membangun hubungan yang adil dengan mitra kerja dan pemegang saham.

Sebenarnya, tujuan utama dari berbisnis adalah untuk mencari keuntungan, dan karena banyak perusahaan hanya melakukan segala kemungkinan untuk mencapai tujuan yang diinginkan, untuk menjaga hubungan antar perusahaan tetap harmonis, masing-masing pihak harus menggunakan etika bisnis untuk menjalankan bisnis. 

Etika bisnis menawarkan banyak manfaat positif bagi bisnis dalam jangka pendek dan panjang. Jika etika bisnis secara umum diterapkan pada setiap perusahaan, karyawan dan manajer dapat memiliki hubungan yang jauh lebih baik, menciptakan lingkungan kerja yang mendukung. Hal tersebut dapat membuat perusahaan jauh dari penipuan atau illegal di lingkungan perusahaan.

Etika merupakan salah satu unsure dasar profesi, karenanya menjadi dasar bagi akuntan dalam kegiatan professionalnya. Melalui pemerintah, akuntan bertanggung jawab untuk bertindak dalam kepentingan public. Menurut Internal Revenue Service (IRS), tanggung jawab utama dalam praktisi pajak ialah sistem pajak. Dengan sistem pajak yang baik dan kuat, terdiri dari administrasi perpajakan serta parlemen, eksekutif dan masyarakat pekerja. 

Pada Statements on Standards for tax Services adalah pertimbangan etika yang menjadi dasar standar yang ditetapkan dalam plamfet judul oleh Tax Executive of the AICPA. 

Hal ini, ada beberapa indicator terbaik dari standar etika yang dapat dipenuhi oleh seorang akuntan.

1) seorang akuntan pajak tidak boleh menawarkan posisi di mana peluang keberhasilannya tidak realistis.

2) seorang akuntan pajak tidak boleh mengajukan atau menandatangani pengembalian pajak di lokasi yang tidak direkomendasikan dalam bagian ini.

3) akuntan pajak dapat melamar suatu jabatan yang menurut pendapatnya tidak sembrono sepanjang ia dapat mengungkapkannya.

4) akuntan pajak harus memberi tahu klien tentang sejumlah item dan mengungkapkan kemungkinan hukuman atas kelalaian.

5) akuntan pajak tidak dapat menawarkan posisi untuk memanfaatkan proses seleksi untuk ujian. 6) dilarang bertindak hanya dalam posisi yang salah. 

Menurut standar ini, tidak etis untuk mengabaikann permintaan klien untuk mengurangi kewajiban pajak actual klian untuk memverifikasi bahwa pernyataan itu benar, akurat dan lengkap dengan menandatanganinya. Jadi sistem yang digunakan untuk penilaian diri dan akuntabilitas membuat orang tidak hanya berfikir tentang permainan golf, tetapi juga tentang pajak. Siapapun bisa melakukannya, dengan sikap yang adil untuk mengamati diri sendiri. (*)



BACA JUGA
MEDSOS WOWBABEL