Disperindag Babel Gelar Konsultasi Publik Hasil Kesepakatan Perundingan Bilateral

Dwi H Putra    •    Jumat, 26 November 2021 | 09:50 WIB
Lokal
Direktorat Perundingan Bilateral Direktorat Jenderal Perundingan Perdagangan Internasional Kementerian Perdagangan (Kemendag) bersama Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) melakukan Konsultasi Publik Hasil Kesepakatan Perundingan Bilateral Indonesia dengan negara-negara di kawasan Eropa.(dwi/wb)
Direktorat Perundingan Bilateral Direktorat Jenderal Perundingan Perdagangan Internasional Kementerian Perdagangan (Kemendag) bersama Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) melakukan Konsultasi Publik Hasil Kesepakatan Perundingan Bilateral Indonesia dengan negara-negara di kawasan Eropa.(dwi/wb)

PANGKALPINANG,www.wowbabel.com -- Direktorat Perundingan Bilateral Direktorat Jenderal Perundingan Perdagangan Internasional Kementerian Perdagangan (Kemendag) bersama Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) melakukan Konsultasi Publik Hasil Kesepakatan Perundingan Bilateral Indonesia dengan negara-negara di kawasan Eropa.

"Sebagian besar eksportir di Babel saat ini telah memanfaatkan dan mengimplementasikan hasil perjanjian perdagangan internasional dalam proses ekspor, yaitu penggunaan dan pemanfaatan tarif preferensi melalui penerbitan Surat Keterangan Asal (SKA)," kata Kepala Bidang Sarana Perdagangan dan Pengembangan Ekspor Disperindag Babel, Moch Nasirin Yusuf di Pangkalpinang, Jumat (26/11/2021).

Tidak itu saja, menurutnya beberapa pelaku usaha juga telah melakukan registrasi pada sistem GSP-EU dan telah melakukan deklarasi asal barang mandiri.

"Sampai saat ini belum ditemui kendala dalam pelaksanaan deklarasi asal barang mandiri tersebut, selain hal yang bersifat teknis," jelas Nasirin.

"Diharapkan dengan semakin banyaknya kerjasama dan perjanjian dagang dengan negara mitra, maka akan lebih terbuka pasar potensial yang bisa dimanfaatkan oleh para pelaku usaha, terutama pada pasar-pasar non-tradisional,” harapnya.

Lanjutnya menjadi suatu kehormatan bagi Bangka Belitung dalam pelaksanaan konsultasi publik hasil-hasil kesepakatan perdagangan bilateral, sebab pelaku usaha akan selalu membutuhkan update informasi terkini tentang penjanjian dagang, terutama yang bersifat bilateral.

Sehingga bisa memanfaatkan hasil perjanjian dagang tersebut, guna peningkatan kelancaran arus barang dan pemanfaatan penerbitan deklarasi asal barang untuk barang asal Indonesia sekaligus dapat menentukan strategi memasuki pasar ekspor dengan lebih fokus.

Kedepannya ekspor di daerah menjadi salah satu kegiatan yang mampu membantu pemulihan ekonomi nasional saat pandemi dan paska pandemi.

"Maka dari itu pemerintah daerah akan selalu mendukung kebijakan untuk kemudahan ekspor serta kerjasama dan perjanjian perdagangan dengan negara mitra dagang guna memperoleh keunggulan kompetitif di pasar global," tandasnya.

"Kami juga mengharapkan dengan kegiatan konsultasi publik hasil-hasil kesepakatan perdagangan bilateral ini dapat meningkatkan transparansi, efisiensi dan efektifitas dari peraturan serta meningkatkan akuntabilitas," terang Nasirin.

"Dan juga membangun hubungan dua arah antara pemerintah, pelaku usaha dan entitas terkait lainnya, semoga perkembangan ekspor Indonesia makin meningkat dan dapat mensejahterakan masyarakat," pungkasnya. (dwi/wb)



MEDSOS WOWBABEL
OPINI KITE