Rafli Pembunuh Istri Terancam Hukuman Mati

Aston    •    Senin, 08 November 2021 | 16:16 WIB
Lokal
Caption: Kasi Intelijen Kejari Bangka Selatan, Dody P. Purba. (as/wb)
Caption: Kasi Intelijen Kejari Bangka Selatan, Dody P. Purba. (as/wb)

TOBOALI, www.wowbabel.com -- Masih ingat kasus  pembunuhan istri di Toboali beberapa waktu lalu yang viral. Tersangka, yakni M. Rafly dikenakan pasal pembunuhan berencana dengan ancaman maksimal hukuman mati. 

Tak hanya Rafly selaku tersangka utama yang terancam hukuman mati, tersangka Verry Handoko alias Apoi teman Rafly juga dituntut oleh penyidik dengan pasal yang sama, yakni pembunuhan berencana dengan ancaman hukuman mati. 

Berkas perkara kedua tersangka telah dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Kabupaten Bangka Selatan. 

Kasi Intelijen Kejari Bangka Selatan, Dody P. Purba meyampaikan bahwa berkas perkara dilimpahkan penyidik ke Jaksa pada 26 Oktober 2021. 

"Pada 26 Oktober 2021 kami telah menerima dua SPDP.  Kemudian pada 28 Oktober berkas kedua tersangka sudah dilimpahkan oleh penyidik ke kejaksaan negeri bangka selatan dimana  jaksa  telah menerima berkas," ujar Dody P. Purba, Senin (8/11/2021). 

" Namun Jaksa pada 3 November 2021  menerbitkan P18 yang artinya berkas belum lengkap. Sehingga saat ini perkara sedang dalam proses pratut yaitu proses pembuatan petunjuk yang dibuat jaksa kepada penyidik untuk melengkapi berkas  perkara, " sambung Dody. 

Ia mengatakan bahwa dalam perkara pembunuhan sadis tersebut penyidik mengenakan pasal pembunuhan berencana yakni pasal 340 KUHP baik kepada tersangka utama M. Rafly maupun rekannya Verry Handoko Alias Apoi. 

" Untuk pasal yang disangkakan kepada tersangka M. Rafly primair pasal 340 KHUP subsidair 338 KUHP. Sedangkan saudara  Verry Handoko primair pasal 340 KUHP subsidair 338 KUHP jo pasal 55 ayat (2) KUHP. Ancaman kedua tersangka maksimal hukuman mati, seumur hidup atau hukuman penjara paling lama 20 Tahun," ungkap Dody. 

Dijelaskan Dody bahwa Rekan Rafly diduga ikut terlibat dalam kasus pembunuhan, yakni berperan sebagai penganjur atau yang menyuruh melakukan pembunuhan. 

" Dimana saudara Verry Handoko ini diduga sebagai orang yang penganjur tindak pidana kepada saudara Rafly. Artinya penyidik memasang pasal 340 ini adalah pembunuhan berencana dengan ancaman hukuman maksimal yakni hukuman mati," tukasnya. (as/wb)



MEDSOS WOWBABEL
OPINI KITE