51 Ribu Penduduk Babel Mengalami Pengurangan Kerja, Tertinggi di Pangkalpinang

Tim_Wow    •    Minggu, 07 November 2021 | 16:39 WIB
Lokal
Ilustrasi. (net)
Ilustrasi. (net)

PANGKALPINANG, www.wowbabel.com -- Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bangka Belitung mencatat hingga Agustus 2021 terdapat 68.953 orang (6,15 persen penduduk usia kerja) yang terdampak Covid-19. Kota Pangkalpinang mencatat persentase tertinggi penduduk usia kerja yang paling terdampak.

BPS membagi penduduk usia kerja yang terdampak Covid-19, terdiri dari pengangguran karena Covid-19 sebanyak 7,28 ribu orang, Bukan Angkatan Kerja (BAK)  ada 2,74 ribu orang, sementara tidak bekerja karena COVID-19  mencapai 7,32 ribu orang, dan penduduk bekerja yang mengalami pengurangan jam kerja  paling banyak, yakni 51,62 ribu orang.

Penduduk usia kerja di Pangkalpinang, Ibukota Provinsi Bangka Belitung yang paling banyak terdampak oleh Covid-19. Sedangkan penduduk usia kerja di Bangka Tengah yang paling sedikit.

“Dari total penduduk usia kerja sebanyak 1.121 078 orang, persentase penduduk usia kerja yang terdampak Covid-19 sebesar 6,15 persen. Kota Pangkalpinang merupakan wilayah dengan persentase penduduk usia kerja terdampak Covid-19 tertinggi, yaitu sebesar 10,52 persen, dan terendah adalah Kabupaten Bangka Tengah sebesar 3,77 persen,” kata Kepala BPS Provinsi Bangka Belitung, Dwi retno Wilujeng Wahyu Utami dalam keterangan tertulis, Jumat (5/11/2021).

Dwi Retno menambahkan jika dampak Covid-19 terhadap penduduk usia kerja di Babel mengalami penurunan, yaitu dari 99.991 orang (9,06%) pada Agustus 2020 menjadi 68.953 orang (6,15%) pada Agustus 2021.

Persentase Penduduk Usia Kerja terdampak Covid-19 Menurut kabupaten/kota, di Bangka Belitung, Agustus 2021 (dalam persen) sebagai berikut : Pangkalpinang 10,52%, diikuti Kabupaten Belitung Timur sebesar 7,06%, lalu Kabupaten  Belitung 6,97%, Bangka Barat ada 6,01%,  Bangka Selatan %5,11 , Bangka 4,56%, dan terakhir   Kabupaten Bangka Tengah hanya 3,77%. Total persentase se Provinsi Bangka Belitung 6,15%.

BPS mencatat jumlah pengangguran Indonesia sebesar 9,1 juta orang pada Agustus 2021. Jumlah ini naik dari 8,7 juta orang pada Februari 2021, tetapi menurun jika dibandingkan 9,8 juta orang pada periode yang sama tahun lalu.

Namun pengangguran Indonesia menurun jika dilihat dari tingkat pengangguran terbuka (TPT). Tercatat TPT Indonesia sebesar 6,49% pada Agustus 2021. TPT ini menurun dari 9,72% pada Februari 2021 dan 7,07% pada Agustus 2020.

BPS melaporkan, ada delapan provinsi yang memiliki TPT di atas rata-rata nasional. TPT tertinggi berasal dari Kepulauan Riau sebesar 9,91%.  Kemudian disusul Jawa Barat sebesar 9,82%, Banten 8,98%, dan Jakarta 8,5%. Lalu, Sulawesi Utara sebesar 7,06%, Maluku 6,93%, Kalimantan Timur, 6,83%, dan Sumatera Barat 6,52%.

Selain itu, pandemi Covid-19 masih memberikan dampak negatif terhadap kondisi ketenagakerjaan Indonesia, tetapi dampaknya tidak sebesar tahun sebelumnya saat pertama kali Indonesia menghadapi ancaman virus. Sebanyak 21,32 juta orang penduduk usia kerja terdampak Covid-19, turun 7,8 juta orang dari Agustus 2020 yang sebesar 29,12 juta. (wb)



MEDSOS WOWBABEL
OPINI KITE