Lulusan SMK Belum Bisa Kerja, Disnaker Bakal PKS Dengan Disdik

Dwi H Putra    •    Selasa, 02 November 2021 | 13:20 WIB
Lokal
Caption: Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Babel, Elfiyena. (dok/wb)
Caption: Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Babel, Elfiyena. (dok/wb)

PANGKALPINANG, www.wowbabel.com -- Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) mencatat lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) mendominasi tingkat pengangguran tertinggi (TPT) di daerah ini. 

"Angka pengangguran tinggi dari tamatan SMK itu, dikarenakan kurikulum SMK belum bisa diterima dunia usaha dan dunia industri," kata Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Babel, Elfiyena di Pangkalpinang, Selasa (2/11/2021). 

Lanjut Elfiyena, data BPS pengangguran berdasarkan pendidikan di Babel untuk tamatan SMK mencapai 11,21 persen, universitas sebanyak 8,58 persen, diploma 7,73 persen, SMA 4,58 persen, SMP 3,92 persen dan tamatan SD dengan 2,72 persen.

"Kami mencoba rapat dengan Dinas Pendidikan (Disdik) bagaimana Balai Latihan Kerja (BLK) berkolaborasi dengan mereka yang menangani SMK, dan ini sudah dicatat Badan Pengawas Keuangan (BPK) kinerja tentang pelatihan," ujarnya. 

Menurutnya pelatihan-pelatihan bagi SMK nantinya harus ditingkatkan lagi, sehingga diakui oleh dunia usaha dan dunia industri.

"Dunia usaha itu meminta sertifikat lainnya, tidak cukup mereka cuma ijazah SMK saja, bagaimana dia selama sekolah ada pelatihan, kami dorong dari BLK," jelas Elfiyena. 

"Sehingga ketika tamat sekolah punya sertifikat yang diakui oleh dunia usaha dan dunia industri," harapnya. 

Disnaker Babel ditambahkannya segera melakukan perjanjian kerjasama (PKS) dengan Disdik Babel, guna menyusun kurikulum yang nantinya diakui atau diinginkan oleh dunia usaha dan dunia industri.

"Jadi nanti keluar/ tamat SMK sudah bawa sertifikat dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP)," pungkasnya. (dwi/wb)



MEDSOS WOWBABEL
OPINI KITE