Rakerda ABPEDNAS Wadah Membangun Desa

Dwi H Putra    •    Jumat, 22 Oktober 2021 | 15:35 WIB
Lokal
Caption: Dewan Pengurus Daerah (DPD) Asosiasi Badan Permusyawaratan Desa Nasional (ABPEDNAS) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) menggelar rapat kerja daerah (Rakerda) tahun 2021 sekaligus HUT ke-1 ABPEDNAS di Gedung mahligai rumah dinas Gubernur Babel, Jumat (22/10/2021). (dwi/wb)
Caption: Dewan Pengurus Daerah (DPD) Asosiasi Badan Permusyawaratan Desa Nasional (ABPEDNAS) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) menggelar rapat kerja daerah (Rakerda) tahun 2021 sekaligus HUT ke-1 ABPEDNAS di Gedung mahligai rumah dinas Gubernur Babel, Jumat (22/10/2021). (dwi/wb)

PANGKALPINANG, www.wowbabel.com -- Dewan Pengurus Daerah (DPD) Asosiasi Badan Permusyawaratan Desa Nasional (ABPEDNAS) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) menggelar rapat kerja daerah (Rakerda) tahun 2021 sekaligus HUT ke-1 ABPEDNAS di Gedung mahligai rumah dinas Gubernur Babel, Jumat (22/10/2021).

"ABPEDNAS ini adalah wadah baru tempat berkumpulnya Badan Permusyawaratan Desa (BPD) se-Indonesia yang tersebar di masing-masing provinsi dan kabupaten," kata Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Masyarakat Desa (Dinsospemdes) Babel, Budi Utama.

Budi Utama melanjutkan melalui rakerda perdana ABPEDNAS ini merujuk kepada visi misi kepala daerah, baik itu gubernur maupun bupati serta ABPEDNAS juga harus mendukung program desa.

Menurutnya, ABPEDNAS sama dengan Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (APDESI), disini ada perpaduan dua asosiasi ini untuk membangun desa bagaimana pemikiran satu sama lain. 

"Dengan adanya wadah ini diharapkan, menjadi penyambung lidah masyarakat dengan pemerintah, agar semakin dekat," jelas Budi Utama. 

Budi Utama menambahkan fungsi BPD di Babel selama ini cukup baik, dengan adanya pembinaan dari pemerintah provinsi maupun kabupaten.

"Mereka ini kurangnya memahami tugas mereka, masa aspirasi masyarakat cuma satu tahun satu kali, minimal empat kali," tandas Budi Utama. 

"Sehingga pada musyawarah desa aspirasi masyarakat disampaikan kepada kepala desa, BPD ini punya peran untuk musyawarah desa, seperti terkait penggunaan dana desa, BPD bersama perangkat desa bersama menetapkan penggunaan dana desa," terangnya. 

"Tidak mungkin kalo BPD tidak mengetahui anggaran belanja desa, karena mereka bersama-sama mulai dai RKPD desa, Musrenbang, mereka selalu bersama," pungkasnya. (dwi/wb)



MEDSOS WOWBABEL