Proyek Tambal Sulam Jalan di Bangka Barat Habiskan Dana Rp 3 M

Chairul Aprizal    •    Kamis, 21 Oktober 2021 | 22:01 WIB
Lokal
Kabid Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Bangka Barat, Deky Edwar,(rul/wb)
Kabid Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Bangka Barat, Deky Edwar,(rul/wb)

MUNTOK,www.wowbabel.com -- Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Bangka Barat menghabiskan dana sebesar Rp 3 miliar untuk proyek tambal sulam jalan selama tahun 2021.

Menurut Kabid Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Bangka Barat, Deky Edwar, ada beberapa titik jalan rusak dan berlubang pada tahun ini dilakukan pengerjaan perbaikan dengan ditampal.

"Salah satunya seperti jalan di Paitjaya ini belum kita perbaiki masih ada lubang-lubang itu, juga ada dari permintaan masyarakat itu Jalan Air Bulin itu karena memang itu sudah rusak. Sudah kita survei cuma belum dikerjakan karena alat masih dipakai di Tayu Jerangkat, mau ada acara jadi kita benerin juga tapi jalan tanah puruh," ungkap Deky, diwawancarai, Kamis (21/10/2021).

Proyek perbaikan jalan dengan ditampal yang rencananya akan dikerjakan oleh Bidang Bina Marga Dinas PUPR Kabupaten Bangka Barat tahun 2021 ini seperti Jalan Air Bulin, Jalan Paitjaya, Jalan Simpang Tiga Kundi, dan Jalan Kacung Pangkal Beras yang rusak dan berlubang.

"Sebenarnya sih masih banyak, cuma gini jalan Kabupaten ini kan ada 700 kilo terdiri dari 334 link termasuk di Muntok, karena mungkin sudah lama juga gak dipelihara sudah haus, sudah berlubang lubang," jelasnya.

Diungkapkan Deky dikarenakan keterbatasan anggaran sehingga memang tidak semua jalan yang rusak dan berlubang di Kabupaten Bangka Barat dapat diperbaiki.

"Sekitar tiga miliaran untuk seluruh, di samping tampal juga ada untuk tebal bahu jalan, ada bikin untuk saluran juga, gak bisa tercover semua. Sedang itu juga sekilo  sudah hampir satu miliar kan. Kalau kita timpah ulang, layer istilahnya beda dengan tampal, kalau tampal tergantung kebutuhan di lapangan," terangnya. 

Sejauh ini dalam pantauan PUPR Bangka Barat memang jalan yang paling parah kerusakannya adalah jalan di Desa Air Bulin, Kecamatan Kelapa, Kabupaten Bangka Barat.

"Jalan yang dalam kondisi kategori mantap 81,36 persen dan sisanya masih kategori rusak ringan dan rusak berat. Jalan kita ini rusak disebabkan karena sudah lama tidak dilakukan pemeliharaan," tukas Deky.(rul/wb) 




MEDSOS WOWBABEL
OPINI KITE