Dalami Pembuatan Biogas, Lima Mahasiswi KKN IAIN SAS Bangka Belitung Datangi Rumah Kacung

Jurnalis_Warga    •    Selasa, 19 Oktober 2021 | 13:42 WIB
Lokal
Lima orang mahasiswi KKN IAIN SAS Bangka Belitung berkunjung ke rumah milik Kacung, warg Desa Romadhon, Kecamatan Sungaiselan, Bangka Tengah, Sabtu (16/10/2021).(ist)
Lima orang mahasiswi KKN IAIN SAS Bangka Belitung berkunjung ke rumah milik Kacung, warg Desa Romadhon, Kecamatan Sungaiselan, Bangka Tengah, Sabtu (16/10/2021).(ist)

SUNGAISELAN,www.wowbabel.com – Lima orang mahasiswi KKN IAIN SAS Bangka Belitung berkunjung ke rumah milik Kacung, warg Desa Romadhon, Kecamatan Sungaiselan, Bangka Tengah, Sabtu (16/10/2021).

Kelima mahasiswi tersebut yakni Safitri, Wirdahayu, Sri Romadayani, Fera Feriska dan Elsa. Mereka disambut Kacung  yang merupakan pensiunan karyawan PT Timah Tbk pada tahun 1966 silam.

Para mahasiswi ini akan mengkaji lebih dalam mengenai pengelolaan kompos dan biogas yang saat ini hampir tidak beroperasi lagi di desa tersebut. Mereka berinisiatif untuk mengembangkan kompos dan biogas guna memajukan perekonomian desa tersebut. 

Menurut Kacung, kompos dan biogas dikelola dari kotoran sapi, air kencing sapi dan janjang sawit. Ia juga menawarkan para mahaiswi untuk melakukan pelatihan pembuatan biogas tersebut.

Dijelaskan Kacung, kotoran sapi merupakan salah satu limbah alami dari hewan peliharaan. Sampah akan memiliki nilai finansial yang tinggi jika ditangani dengan cara yang benar, antara lain dengan memanfaatkan kompos hewan sebagai bahan pembuatan biogas, pupuk kandang yang kuat, dan kompos cair. Pedoman penanganan biogas adalah pembusukan anaerobik bahan alam (tertutup dari udara bebas) untuk menghasilkan gas yang umumnya metana (CH4) yang memiliki sifat mudah terbakar dan CO2, gas ini disebut biogas.

“Ukuran peluruhan anaerobik dibantu oleh berbagai mikro organisme, terutama mikroba metana. Struktur dasar dalam perakitan biogas adalah reaktor sebagai tempat respon senyawa dari kompos sapi terjadi untuk mendapatkan gas metana (CH4) dan untuk mewajibkan gas metana yang muncul karena penguraian bahan alam oleh mikroorganisme,” tutur Kacung.

“Biogas ini sebelumnya sudah diterapkan namun, dari masyarakatnya tidak dikembangkan lagi sehingga biogas ini tidak berjalan lancar sebagaimana mestinya,” imbuh Kacung.

Ditambahkan Kacung, manfaat dari limbah kotoran ternak sapi sebagai sumber pupuk organik ramah lingkungan yakni mengandung hormon dan vitamin bagi semua jenis tanaman, menghemat biaya kelola limbah, mengurangi polusi udara serta memiliki nilai jual yang ekonomis sesuai budget ( dana ) masyarakat.

Sementara itu, Fitri mengatakan pelatihan pembuatan biogas dan kompos ini merupakan proker unggulan mahasiswa KKN, yang bertujuan guna untuk menghemat ekonomi masyarakat di Desa Romadhon.

Pihaknya sangat antusias dalam belajar pembuatan biogas, bukan hanya belajar pembuatan biogas saja namun juga mendapatkan berbagai ilmu yang bermanfaat. Mulai dari cara pembuatan biogas, pembuatan pupuk kandang, pembuatan pupuk dari serbuk kelapa dan masih banyak lagi yang didapat.

"Kami sangat senang sekali bisa belajar langsung dengan Pak Kacung tentang pengelolaan kompos dan biogas, kemudian dalam waktu dekat ini akan mempratikan langsung cara pengelolaan kompos dan biogas tersebut," tukas Fitri.(rill/*)





MEDSOS WOWBABEL