Selesaikan Proyek Sporthall, Pemkab Babar Cari Pinjaman Rp 42 M

Chairul Aprizal    •    Senin, 18 Oktober 2021 | 22:42 WIB
Lokal
Kepala BPKAD Bangka Barat, Abimanyu.(dok)
Kepala BPKAD Bangka Barat, Abimanyu.(dok)

MUNTOK,www.wowbabel.com --Pemerintah Kabupaten Bangka Barat mencari pinjaman puluhan miliar rupiah ke Bank Sumsel Babel dan PTSMI (Sarana Multi Infrastruktur) untuk menyelesaikan sport hall Bangka Barat yang rencananya akan digunakan pada Porprov 2023 Bangka Belitung. 

Kepala BPKAD Bangka Barat, Abimanyu menjelaskan saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Pimpinan DPRD Bangka Barat, Senin, (18/10/2021), bahwa kedua sumber ini sedang dilirik oleh Pemda Bangka Barat sebagai tempat untuk bisa mengutang.

"Karena Covid ini anggaran kita itu banyak terpangkas, salah satu alternatif kita itu adalah pinjaman, pinjaman itu memang bukan suatu hal yang diharamkan cuma memang ada hal-hal yang perlu kita kaji dulu terkait kemampuan pembayaran dan kemampuan keuangan, maupun hal hal apakah pinjaman itu lebih menguntungkan atau tidak," ungkap Abimanyu. 

Mengutang kepada PT SMI atau Bank Sumsel Babel merupakan alternatif yang dapat dipilih untuk menyelesaikan pembangunan sport hall senilai Rp  42 miliar. 

"Satunya adalah untuk pagar rumah sakit cuma memang pagar rumah sakit ini masih bisalah kita dengan solusi lain, yang utama memang untuk sport hall," imbuh Abimanyu. 

Abimanyu menuturkan saat ini masih sedang dikaji opsi pinjaman antara dua pihak tersebut karena masing-masing memiliki perbedaan suku bunga dan perbedaan-perbedaan hal lainnya.

"Jadi kita tinggal opsinya PT.SMI dengan suku bunga tujuh sampai delapan persen atau Bank Sumsel Babel dengan suku bunga sepuluh persen dengan jangka waktu masa jabatan bupati tidak bisa pemulihan ekonomi nasional," jelas Abimanyu.

Abimanyu mengungkapkan ini adalah kali pertama Pemda Bangka Barat mengambil alternatif meminjam, sementara diyakini kemampuan daerah kedepan akan meningkat pada penerimaan.

"Kalau hanya kemampuan membayar sepuluh miliar atau lima belas miliar kita mampu. Dalam PP 56 itu bahwa masa pinjaman itu harus diselesaikan dalam masa jabatan bupati," ujarnya.

Sejauh ini Pemda Bangka Barat masih menunggu surat balasan dari Kemendagri mengenai perihal masa jabatan Bupati Bangka Barat yang terhitung 2021-2024 atau 2021-2026.

Abimanyu menyimulasikan skema pembayaran dari 2021-2024 pinjaman apabila dipilih ke Bank Sumsel Babel maka total bunga yang harus dibayar sekitar Rp  6,5 Miliar tapi jika ke PT SMI maka total bunga yang dibayar Rp 5,2 Miliar. 

Tapi jika skema 2021-2026 suku bunga yang harus dibayar ke Bank Sumsel Babel sekitar Rp 13 Miliar dan suku bunga yang harus dibayar ke PT SMI sekitar Rp 10 Miliar. 

"Cuma memang yang belum ada jawaban itu mengenai periode Bupati dihitung 2021-2024 atau 2021-2026, kalau hal lainnya saya pikir itu sudah 90 persen itu sudah pasti," tukasnya.(rul/wb) 




MEDSOS WOWBABEL
OPINI KITE