Gubernur Bangka Belitung Naikan HET Gas Melon

Dwi H Putra    •    Sabtu, 16 Oktober 2021 | 05:54 WIB
Lokal
Ilustrasi.(net)
Ilustrasi.(net)

PANGKALPINANG, www.wowbabel.com -- Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Erzaldi Rosman, secara diam-diam menaikan Harga Eceran Tertinggi (HET) gas bersubsidi 3 Kilogram terhitung tanggal 1 Oktober 2021.

Sesuai Surat Keputusan (SK) Gubernur Babel nomor 188.44/850.q/IV/2021 tentang penetapan HET LPG 3 Kg Babel, HET "Bung Ijo" kini di tarif Rp 18.000, atau naik Rp 2.100 dari HET sebelumnya Rp 15.900.

Memang sebelumnya ini sudah menjadi wacana lama, sehubungan dengan usulan Hiswana Migas dan para agen gas 3 Kg. Hanya belum direalisasikan mengingat menurunnya tingkat perekonomian masyarakat Babel yang terhimpit pandemi Covid-19.

Anggota Komisi II DPRD Babel, Mansah, mengaku bahwa usulan kenaikan HET ini memang sudah pernah diajukan dalam beberapa bulan terakhir ini, bahkan pernah disampaikan dalam rapat komisi bersama Pertamina, Hiswana Migas, BRI dan dinas terkait pada bulan Agustus yang lalu. 

Pihaknya pun menekankan agar Pertamina dan Hiswana Migas untuk mengimbangi kenaikan HET ini dengan pasokan yang lebih banyak kepada pangkalan-pangkalan untuk menghindari kelangkaan pasokan di tingkat pengecer, atau menambah pangkalan-pangkalan baru di tingkat desa yang jumlah dusunnya banyak.

"Sehingga masyarakat tidak kesulitan mencari gas di lapangan. Karena yang dikeluhkan masyarakat beberapa waktu terakhir ini adalah kelangkaan gas, dan dengan kelangkaan ini salah satu menyebabkan harga melambung tinggi jauh diatas harga HET yang telah ditentukan," ungkapnya dikonfirmasi, Jum'at (15/10/2021) 

Untuk itu, ia berharap, kenaikan HET gas 3 Kg bisa diimbangi dengan adanya pengawasan yang serius dari pemerintah untuk mengontrol pendistribusian di lapangan.

"Harapan kami, naiknya HET tak ada lagi kelangkaan gas 3 Kg di tengah masyarakat. Kami minta pemerintah mengontrol pendistribusian ini," harapnya. 

Pihaknya pun meminta pemerintah mempertimbangkan penambahan jatah penerimaan gas subdisi bagi rumah tangga kurang mampu dan UMK.

"Kebutuhan masyarakat rumah tangga dalam satu bulannya tidak kurang dari 6 sampai 8 tabung per bulan, sedangkan untuk UMKM dikisaran 15 sampai 20 tabung perbulan, dan bisa lebih dari itu untuk daerah-daerah centra produksi seperti di wilayah Desa Kurau," tukas Mansah. 

"Ini hasil kunjungan Komisi II di lapangan, bahwa kebutuhan rumah tangga dan UMKM sangatlah besar, tidak sebanding dengan jumlah pasokan gas yang ada di tingkat pangkalan yang ada," pungkasnya. (dwi/wb)



MEDSOS WOWBABEL