Geliatkan Musik Ethnic di Bangka, PT Timah Serahkan Seperangkat Alat Musik Bagi Komunitas Musik Ethnic

ADVERTORIAL    •    Jumat, 15 Oktober 2021 | 17:05 WIB
Lokal
Sejumlah remaja yang tergabung dalam Komunitas Musik Ethnic atau yang dikenal Komet sedang mencoba peralatan musik baru yang diserahkan PT Timah Tbk. (ist)
Sejumlah remaja yang tergabung dalam Komunitas Musik Ethnic atau yang dikenal Komet sedang mencoba peralatan musik baru yang diserahkan PT Timah Tbk. (ist)

BELINYU,www.wowbabel.com -- Alunan musik Melayu menggema saat memasuki kawasan Qping Cafe Belinyu, Kamis (14/10/2021). Para remaja laki-laki nampak asik dengan berbagai alat musik tradisional di tangannya seperti dambus, gendang dan biola.

Mereka adalah sejumlah remaja yang tergabung dalam Komunitas Musik Ethnic atau yang dikenal Komet. Mereka sedang mencoba peralatan musik baru yang diserahkan PT Timah Tbk. Komunitas yang baru terbentuk sekitar lima bulan yang lalu ini memiliki belasan anggota yang didominasi para siswa jenjang SMP dan SMA.

Ketua Komunitas Musik Ethnic, Agus Sandi menceritakan, komunitas ini terbentuk sebagai wadah bagi generasi muda di Kecamatan Belinyu, Kabupaten Bangka untuk belajar dan mengeksplor musik tradisional.

Selain itu, tujuan dibentuknya komunitas ini untuk melestarikan musik ethnic atau musik tradisional sehingga nantinya dapat melahirkan generasi muda yang mengenal dan mau mempelajari alat musik ethnic.

"Sebelumnya anak-anak ini latihan menggunakan fasilitas sekolah di SMPN 2 Belinyu, karena saya mengajar di situ dan kebetulan mereka ini ada beberapa siswa SMPN 2. Namun ini hanya terbatas untuk siswa SMPN 2 saja, kalau yang dari luar kan belum,” kata lelaki yang kerap disapa Kembel ini.

Diakuinya, saat ini wadah untuk generasi muda dalam mengenal musik tradisional masih minim, dengan kehadiran komunitas ini diharapkan dapat memberikan alternatif kegiatan positif bagi generasi milenial.

“Peminatnya ada, cuma memang sekarang wadahnya yang enggak ada. Karena selama ini kan masih terbatas di sekolah. Dengan adanya komunitas ini dan bantuan alat dari PT Timah Tbk semua bisa ikut latihan di rumah saya di Kawasan Cut Nyak Dien Kelurahan Air Jukung. Ini terbuka untuk umum yang mau belajar dan latihan memainkan alat musik tradisional,” ujarnya.

Agus Sandi menyebutkan, sebelumnya dirinya sudah mengajukan proposal kemana-mana untuk mendapatkan bantuan alat musik ini. Namun, hasilnya nihil. Malah tak disangka-sangka justru PT Timah memberikan bantuan seperangkat alat musik.

Alat yang musik diberikan kepada komunitas ini berupa keyboard, soundsystem, dambus, gendang melayu, gendang bangka, gong, biola, dan akordion.

“Saya sudah kemana-mana mengajukan proposal tapi belum ada tanggapan, ini justru dibantu dari PT Timah Tbk yang awalnya enggak menyangka akan dibantu. Lengkap ini alat musik yang dibantu,” sebutnya.

Kehadiran alat musik ini membuat dirinya semakin percaya diri untuk melatih generasi muda untuk belajar music tradisional yang dikemas secara modern.

“Saya mulai sosialisasi ke sekolah-sekolah, siapa tau anak-anaknya ada yang mau ikut latihan. Silakan, karena memang tujuannya ini menjadi wadah bagi generasi muda untuk berlatih music tradisional sehingga music kita ini punya generasi penerus dan tetap lestari,” ujarnya.

Ia menyebutkan, sebelumnya para siswa yang juga anggota komunitas ini telah berhasil menjuarai event music di tingkat Provinsi dan nasional. Saat itu, mereka masih menjadi perwakilan SMPN 2 Belinyu, beberapa penghargaan yang mereka raih seperti juara FLS2N tingkat Kabupaten hingga Provinsi. Bahkan baru-baru ini mereka meraih juara 3 dalam ajang Festival Lagu Nusantara 2021.



MEDSOS WOWBABEL
OPINI KITE