Reses di SMKN 3 Pangkalpinang, Nico Plamonia Bahas Status Edotel

Dwi H Putra    •    Selasa, 12 Oktober 2021 | 05:43 WIB
Lokal
Edotel menjadi pembahasan utama Anggota Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Nico Plamonia Utama, dalam kegiatan reses tahun III masa sidang 1 yang dilaksanakan mulai tanggal 11 - 16 Oktober 2021 mendatang.(dwi/wb)
Edotel menjadi pembahasan utama Anggota Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Nico Plamonia Utama, dalam kegiatan reses tahun III masa sidang 1 yang dilaksanakan mulai tanggal 11 - 16 Oktober 2021 mendatang.(dwi/wb)

PANGKALPINANG, www.wowbabel.com -- Edotel menjadi pembahasan utama Anggota Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Nico Plamonia Utama, dalam kegiatan reses tahun III masa sidang 1 yang dilaksanakan mulai tanggal 11 - 16 Oktober 2021 mendatang. 

"Banyak sekali masukan yang didapat dari reses ini, baik laporan mengenai infrastruktur maupun sarana prasarana yang membutuhkan rehab ataupun penggantian," kata Nico Plamonia kepada media usai kegiatan di SMKN 3 Pangkalpinang, Senin (11/20/2021). 

Menurutnya tentang jadwal pelajaran dan pola Pembelajaran Tatap Muka (PKM) dimasa pandemi Covid-19 saat ini menjadi bagian menarik, terutama tentang pembagian jadwal dengan sistem dua shift.

"Ternyata tidak semua sekolah yang ada di Pangkalpinang melakukannya, dikarenakan masih ada penyesuaian di beberapa lembaga pendidikan," jelas Nico. 

Lanjutnya pembahasan yang paling menarik saat membahas tentang kondisi Edotel sekarang, semenjak menjadi kewenangan Dinas Pendidikan Provinsi Babel sampai dengan sekarang belum bisa maksimal dimanfaatkan.

"Mereka saat ini masih menunggu surat keputusan tentang status Edotel yang akan dibuat menjadi BLUD, karena ini adalah dasar hukum untuk beroperasinya kembali Edotel itu sendiri," paparnya.

"Pihak sekolah minta kejelasan soal ini termasuk rehab berat serta pengisian furniture dan kelengkapan lainnya dari Edotel sendiri. Dari 22 kamar yang ada, paling tiga atau empat kamar masih bisa beroperasi, itu pun seadanya dan hanya digunakan untuk kepentingan praktek saja," terang Politisi Partai Demokrat ini. 

Niko mengungkapkan dari empat jurusan yang ada di SMK Negeri 3 akan mengambil prioritas yang sudah ada infrastrukturnya, Hotel Edotel sebagai pusat dari hampir semua jurusan seperti Jurusan Perhotelan, Tata Boga, Travel dan Tata Busana. 

"Nanti akan diperjuangkan bersama baik eksekutif maupun legislatif, Hotel Edotel akan dihidupkan kembali dengan harapan dapat menjadi pusat belajar yang baik maupun sebagai salah satu penghasil PAD bagi Provinsi Babel," tandas Nico. 

"Saya akan menghubungi Biro Hukum Provinsi Babel agar segera SK BLUD Gubernurnya keluar untuk Edotel ini," pungkasnya. (dwi/wb)



MEDSOS WOWBABEL
OPINI KITE