Harga Timah Melonjak, Semangat Perjuangkan Penambahan Royalti

Dwi H Putra    •    Selasa, 12 Oktober 2021 | 05:20 WIB
Lokal
Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Amri Cahyadi.(dok)
Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Amri Cahyadi.(dok)

PANGKALPINANG, www.wowbabel.com -- Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Amri Cahyadi, mengharapkan harga timah bisa lebih tinggi lagi, minimal bisa bertahan dan stabil.

"Jika harga timah tetap stabil atau bisa naik lagi, maka semangat pun semakin bertambah untuk terus memperjuangkan penambahan royalti yang hanya tiga persen saat ini," kata Amri Cahyadi kepada wowbabel.com melalui pesan singkat whatsapp, Senin (11/10/2021).

"Kami sudah minta kenaikan 10 persen ke Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Kementerian Keuangan dan DPR RI," ujarnya. 

Amri melanjutkan kendati harga timah terus naik, kepada pelaku usaha penambangan baik Badan Usaha Milik Negara (BUMN) atau pun swasta dapat menambang secara bijak dan taat aturan sesuai regulasi.

"Tambang sesuai dengan wilayah izin usaha pertambangan (IUP) nya, sesuai peralatannya dengan izin analisa dampak lingkungan (Amdal)," jelas Amri. 

"Dan jangan lupa berkontribusi membantu masyarakat sekitar, baik melalui corporation social responsibility (CSR) maupun kompensasi sosial kemasyarakatan lainnya," harapnya. 

Tidak itu saja, Politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ini juga meminta dengan maraknya aktifitas penambangan, maka kegiatan pengawasan dan pembinaan oleh instansi terkait wajib ditingkatkan supaya tidak merusak kawasan yang dilarang pemerintah. 

Diketahui harga timah dunia telah mencapai titik tertinggi sepanjang masa. Diperkirakan harga timah akan tetap kuat, setidaknya dalam waktu dekat karena krisis listrik di Cina yang masih berlanjut.

Harga timah pada level tertinggi ini memberikan peluang bagai Malaysia Smelting Corp (MSC) Bhd  untuk meningkatkan pertumbuhan yang lebih besar. 

Perusahaan peleburan timah asal Malaysia ini  akan mendapat keuntungan yang berlipat jika harga timah konsisten berada di level 35.000 Dolar AS per metrik ton hingga tahun 2022.

Penerima manfaat dari ini adalah Malaysia Smelting Corp (MSC) Bhd yang saat ini diperdagangkan pada valuasi murah empat kali lipat dari perkiraan harga hingga pendapatan (PE) 2022 pada harga spot sekitar 35.000 Dolar AS (RM146.230) per ton. 

Pada 24 September, harga timah London Metal Exchange (LME) telah naik ke level tertinggi sepanjang masa sekitar 37.000 Dolar AS  (RM154.586) per ton, meningkat 116% tahun ke tahun.

Berbagai faktor, mulai dari gangguan pasokan akibat pandemi dan meningkatnya permintaan yang terpendam, telah berkontribusi pada reli harga timah tahun ini.

Perusahaan riset UOB Kay Hian (UOBKH) ini percaya bahwa harga akan tetap kuat dalam jangka panjang, meskipun tidak berada pada level tertinggi saat ini. (dwi/wb)



MEDSOS WOWBABEL