DPKP Bangka Belitung Optimis Bisa Swasembada Beras, Jika Hal Ini Dilakukan

Dwi H Putra    •    Selasa, 12 Oktober 2021 | 06:37 WIB
Lokal
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Bangka Belitung, Juaidi.(dwi/wb)
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Bangka Belitung, Juaidi.(dwi/wb)

PANGKALPINANG, 22.402 hektare lahan cetak sawah yang disiapkan, baru 60 persen yang tergarap optimal dengan penanaman lebih dari satu kali dalam setahun.

"Kami masih merasa optimis bisa mencapai swasembada beras untuk memenuhi 1,5 juta penduduk Babel," kata Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Bangka Belitung, Juaidi di Pangkalpinang baru-baru ini.

"Kalau sekarang, swasembada baru 35 persenan, namun masih optimis bisa dicapai, dengan catatan semua lahan diaktifkan semuanya," ujarnya.

Hanya saja, ia tidak menampik banyak permasalahan dalam mengejar target swasembada tersebut, diĀ  samping faktor teknis infrastruktur cetak sawah juga sumber daya manusia (SDM) nya.

"Sisa 60 persen lahan yang digarap optimal itu karena ada yang dua tahun sekali atau menunggu musim panas baru menanam atau bahkan tidak digarap," jelas Juaidi.

"Tapi bukan berarti lahan itu tidak bagus, banyak faktor, salah satunya SDM, tidak itu saja menyalahkan tidak tersedianya infrastruktur pertanian atau jalan tidak ada," paparnya.

"Padahal orang zaman dulu menanam padi tidak ada barang itu, mereka bisa. Makanya kembali ke SDM-nya yang utama," tandas Juaidi.

Kendari demikian diakui Juaidi, pihaknya tetap mendorong upaya optimalisasi lahan bagi para petani, baik dengan pemberian bantuan perbaikan talud, jaringan irigasi dan pintu air dengan ketentuan ada pertaniannya.

"Jangan sampai ada lahan, tapi enggak ada petaninya, tidak boleh itu, tidak ada manfaatnya, oleh sebab itu kami dorong optimalisasi lahan ini ke semua wilayah sesuai karakteristiknya," terangnya.

"Awalnya bertanam sekali didorong dua kali dan seterusnya. Program food estate pun akan dilakukan bekerjasama dengan pihak korporasi dengan membuat semacam kesepakatan dengan petani sebagai komitmen," pungkas Juaidi. (dwi/wb)



MEDSOS WOWBABEL