Rebutan Timah di Zona Nelayan, Ratusan Warga Usir Tiga Unit KIP di Teluk Kelabat

Chairul Aprizal    •    Sabtu, 09 Oktober 2021 | 20:57 WIB
Lokal
Sejumlah nelayan yang melakukan aksi damai menolak KIP di Teluk Kelabat Dalam.(ist)
Sejumlah nelayan yang melakukan aksi damai menolak KIP di Teluk Kelabat Dalam.(ist)

PARITTIGA,www.wowbabel.com -- Ratusan nelayan yang berada di kawasan Teluk Kelabat baik di Kabupaten Bangka maupun Bangka Barat menggelar aksi damai menolak masuknya Kapal Isap Produksi (KIP), Jumat (8/10/2021) siang.

Zona zero tambang yang sudah jelas diperuntukkan untuk nelayan ini tiada hentinya dijarah aktivitas penambangan baik ponton isap maupun KIP.

Kisruh yang tidak berkesudahan ini tampaknya akan terus bergulir selama RZWP3K tidak benar-benar tegas dilaksanakan lantaran rebutan hasil timah di laut Teluk Kelabat ini tak kunjung usai.

Kapolres Bangka Barat AKBP Agus Siswanto membenarkan adanya aksi nelayan dan menyebutkan aksi damai para nelayan tersebut spontan menolak masuknya KIP.

Petugas kepolisian yang mengamankan jalannya aksi tersebut dipimpin Kabag Ops Polres Bangka Barat, Kasat Polair Polres Bangka Barat, Kasat Intelkam Polres Bangka Barat, KBO Sat Intelkam Polres Bangka Barat, 15 orang personil Polres Bangka Barat, dan 20 orang personil Polsek Jebus.

"Sekira pukul 14.00 WIB sampai 16.50 WIB bertempat di perairan laut Desa Bakit Kecamatan Parittiga dilaksanakan aksi damai spontan nelayan Teluk Kelabat dari wilayah Kabupaten Bangka dan Bangka Barat ke Desa Bakit," ungkap Kapolres, Sabtu (09/10/2021) saat ditemui awak media.

Terdata sebanyak 127 orang nelayan dari wilayah Kabupaten Bangka Barat dan Kabupaten Bangka yakni Kecamatan Kelapa (Desa Pusuk 50 orang, Desa Tuik 1 orang, Desa Beruas 4 orang), Kecamatan Jebus (Desa Rukam 15 orang), Kecamatan Parittiga (Desa Bakit 35 orang, Desa Kapit 5 orang), dan Kecamatan Belinyu (Dusun Bukit Tulang Desa Riding Panjang 17 orang).

"Perahu nelayan yang digunakan dalam aksi damai spontan sebanyak 35 unit," tutur AKBP.Agus Siswanto.

Sekira pukul 15.29 WIB nelayan yang ikut aksi damai spontan mendatangi KIP yang berada di perairan laut Desa Bakit dan menyampaikan agar KIP segera ditarik keluar dari wilayah perairan laut Desa Bakit.

Adapun KIP yang didatangi warga nelayan yakni KIP Kimkim, KIP Indo Dharma I, dan KIP Sriwijaya Lautan Timah. Dan setelah itu pukul 16.21 WIB nelayan menepi ke BUMDes Bakit karena KIP telah bergeser keluar dari perairan laut Teluk Kelabat Dalam.

"Nelayan berkumpul di pesisir pantai dekat BUMDes Bakit dengan tujuan untuk bertemu dengan ketua forum atau panitia KIP Desa Bakit, namun ketua forum atau panitia KIP Desa Bakit tidak dapat hadir dan rawan terjadinya hal yang tidak diinginkan terjadi karena banyaknya jumlah massa yang ikut aksi tersebut," jelasnya.

"Ketua Forum Pecinta Teluk Kelabat mengurungkan niatnya untuk bertemu dengan Ketua Forum/Panitia KIP Desa Bakit dan mengajak kawan-kawan nelayan untuk kembali ke desa masing-masing" sambung Agus.

Adapun tuntutan nelayan yang disampaikan oleh Ketua Forum Pecinta Teluk Kelabat sebagai berikut:


1. Sosialisasi beroperasi KIP tidak dilakukan kepada mereka (selain warga Bakit);
2. Meminta kepada APH menyampaikan kepada PT. Timah agar KIP tidak beroperasi;
3. Jika memang nanti KIP masih beroperasi nelayan tidak tahu aksi apa yang nanti bakal dilakukan oleh nelayan.

"Sekira pukul 16.33 WIB, nelayan yang melakukan aksi spontan ke Desa Bakit kembali ke wilayah masing-masing, situasi berjalan aman, lancar dan kondusif," tutur Kapolres Bangka Barat.(rul/wb) 





MEDSOS WOWBABEL
OPINI KITE