Harga Timah Menuju Rekor Harga Tertinggi

Tim_Wow    •    Kamis, 07 Oktober 2021 | 11:34 WIB
Ekonomi
Ilustrasi (net)
Ilustrasi (net)

PANGKALPINANG, www.wowbabel.com -- Laju kenaikan harga timah pekan ini tidak terkendali. Dari semua logam dasar di London Metal Exchange (LME)  sudah berada di atas US$35.450 per ton  menuju rekor harga tertinggi US$ 36. 780 per ton.

Pada Rabu (6/10/2021) pagi harga timah kontrak tiga bulan naik 0,5% menjadi US$35.190 per ton, sedangkan logam lainnya  turun antara 0,1% untuk timbal (US$2.161 per ton) dan 1,1% untuk tembaga (US$9.042,50 per ton). 

Pasa penutupan pasar sore hari, harga timah sudah berada di US$35.450 per ton atau naik 1,8% dari harga sehari sebelumnya.

Analis Fastmarkets Boris Mikanikrezai  dalam laporannya menjelang LME Week pekan depan,  mengatakan harga timah mencapai titik tertinggi sepanjang masa tahun ini, dan merupakan yang berkinerja terbaik di seluruh logam dasar dengan kenaikan hampir 80% dari tahun ke tahun. 

"Dalam konteks makro dinamika, apresiasi harga timah yang luar biasa terutama disebabkan oleh dinamika penawaran/permintaan yang sangat bullish," kata Boris.

Di sisi penawaran, pandemi Covid-19 telah berdampak pada negara-negara penghasil timah utama seperti Indonesia dan Malaysia, yang mengakibatkan penguncian dan pembatasan produksi.

Hal ini  juga mengganggu pasokan konsentrat, terutama dari Myanmar, produsen terbesar dunia. 

Pembatasan Covid-19 telah mengganggu aliran bahan baku ke pabrik peleburan Cina, hal ini diperparah dengan  kondisi di Provinsi Yunnan awal tahun ini terkena dampak gelombang panas dan pembatasan konsumsi energi yang mengganggu aktivitas peleburan.

Dari sisi permintaan, timah diuntungkan oleh permintaan yang kuat dari industri elektronik. Menurut Asosiasi Industri Semikonduktor (SIA),  penjualan semikonduktor, yang banyak menggunakan timah dalam penyolderan melonjak 29% (YoY)  pada kuartal kedua 2021.

Peningkatan penggunaan timah untuk industri elektronik di tengah produsen utama dunia berjuang untuk merespons rantai pasokan global yang menderita akibat pandemi. Kondisi yang belum stabil antara permintaan dan penawaran dengan pasokan yang masih  terbatas diperkirakan harga timah akan berada dalam rekor tertinggi. 

"Kami cukup beruntung karena kami tidak dapat menjual cukup untuk kebutuhan pasar.  Permintaan timah sangat kuat dan tampaknya terus berlanjut terlepas dari pandemi,” kata Andrew Davis, direktur pelaksana Thaisarco kepada Fastmarkets, Kamis (7/10/2021).

Harga timah tiga bulan di London Metal Exchange telah diperdagangkan rata-rata di atas $30.000 per ton sejak Juni, naik sekitar 70% sejak Januari tahun ini. Kenaikan harga yang tajam sebagian besar disebabkan oleh permintaan yang stabil dan pasokan tidak mampu mengejarnya. Masalahnya diperparah oleh pandemi Covid-19 dan kekurangan produksi dari beberapa negara penghasil. (wb)



MEDSOS WOWBABEL