Dekati Nelayan, PT Timah Tbk Bakal Menambang di Perairan Bakit

Chairul Aprizal    •    Kamis, 07 Oktober 2021 | 22:32 WIB
Lokal
Acara sosialsasi rencana penambangan yang akan dilakukan PT Timah Tbk diperairan Desa Bakit, Kecamatan Parittiga.(rul/wb)
Acara sosialsasi rencana penambangan yang akan dilakukan PT Timah Tbk diperairan Desa Bakit, Kecamatan Parittiga.(rul/wb)

PARITTIGA,www.wowbabel.com -- Usai kisruh beberapa kali dan sempat konflik dengan nelayan, kini perwakilan PT Timah Tbk mencoba masuk untuk dapat melakukan penambangan di laut Desa Bakit, Kecamatan Parittiga, yang sebenarnya sudah jelas sebagai zero tambang melalui RZWP3K.

Kini RZWP3K benar-benar seperti isapan jempol dan terkesan mandul karena sudah beberapa kali tidak mampu hentikan penambangan yang terus marak terjadi.

Dalam rilisnya Kasubsi Ekonomi Keuangan dan Pengamanan Pembangunan Strategis Kejari Bangka Barat, M Syaran Jafizhan SH MH membenarkan adanya pertemuan pada Rabu (6/10/2021).

Syaran menjelaskan dirinya mewakili Kepala Kejaksaan Negeri Bangka Barat mengikuti kegiatan Sosialisasi Paparan Rencana Operasional Penambang Laut di BUMDes Desa Bakit Kecamatan Parittiga Kabupaten Bangka Barat.

Sosialisasi tersebut juga diikuti Perwakilan UPLB PT Timah Tbk beserta jajaran, Kasdim 0431/Bangka Barat, Kasat Polairud Polres Bangka Barat, Perwakilan Polres Bangka Barat, Perwakilan Polsek Jebus, Danramil Jebus, Danpos TNI AL Jebus, Camat Parittiga, Kades Bakit beserta masyarakat Bakit, Forum Panitia KIP, dan Bank BRI.

Menurut Kejari Bangka Barat yang dibahas dalam sosialisasi yaitu rencana kerja perusahaan yang akan melakukan kegiatan penambangan di Wilayah Operasi Penambangan Desa Bakit milik PT Timah Tbk DU 1551 Laut Bakit Kecamatan Parittiga Kabupaten Bangka Barat.

Bahwa sosialisasi rencana penambangan laut dari UPLB PT  Timah yang akan beroperasi di wilayah laut Desa Bakit disambut baik oleh masyarakat setempat namun ada juga beberapa penolakan oleh sebagian masyarakat Desa Bakit. 

Penolakan tersebut dilatar belakangi oleh masyarakat yang mayoritas berprofesi sebagai nelayan yang merasa keberatan dikarenakan nelayan akan kesulitan dalam mencari tangkapan ikan. 

Untuk dapat mengkondisikan suasana PT Timah bekerja sama dengan Bank BRI melaksanakan pembagian buku tabungan rekening BRI kepada sekitar 100 (seratus) orang yang merupakan nelayan dan masyarakat Desa Bakit untuk menerima sejumlah uang sebagai dana kompensasi dari pihak PT Timah Tbk.

Upaya ini dimaksudnya untuk menghindari adanya penyimpangan pembagian dana kompensasi sehingga diharapkan dapat diterima secara langsung oleh masing-masing penerima. 

Besaran dana kompensasi tersebut dihitung dari nilai produksi dikalikan dengan nilai kompensasi masyarakat Desa Bakit.

Bahwa sosialisasi tersebut dilaksanakan sebagai upaya pendekatan dengan masyarakat khususnya dengan para nelayan, karena nelayan yang nantinya akan mengalami dampak langsung dengan beroperasinya Kapal Isap Prosuksi (KIP) dari PT Timah tersebut. 

Kajari Bangka Barat berharap dengan adanya sosialisasi dan pembagian dana kompensasi tersebut dapat memperlancar kegiatan penambangan, sehingga PT Timah yang merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sekaligus perpanjangan tangan dari pemerintah dapat memanfaatkan potensi yang ada di Laut Bakit.

Namun Camat Parittiga Madirisa tidak ingin terlibat lebih dalam perihal rencana penambangan di perairan yang katanya sudah diatur RZWP3K sebagai zero tambang itu.

"Iya ada pertemuan dari PT Timah Tbk, gak usahlah ku yang ngomong takut ku salah nanti, iya sosialisasi, ku datang sebagai tamu undangan saja kemarin jam Sembilan," kata Madirisa, Kamis  (07/10/2021).(rul/wb)




MEDSOS WOWBABEL