Babel Belum Terima DBH Timah Sebesar Rp35 Miliar

Dwi H Putra    •    Kamis, 07 Oktober 2021 | 18:40 WIB
Lokal
Ilustrasi. (net)
Ilustrasi. (net)

PANGKALPINANG, www.wowbabel.com -- Iuran produksi atau royalti itu yang masuk kas negara dari penerimaan negara bukan pajak (PNBP), dari sektor timah yang termasuk di sektor mineral dan batubara (Minerba) dari Pemerintah pusat ke Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) ternyata belum tersalurkan sepenuhnya. 

"Dari sektor timah ini sebesar tiga persen dari nilai jual masuk ke kas negara, lalu berdasarkan mekanismenya ada dana bagi hasil (DBH), yang kemudian dibagikan ke daerah penghasil sebesar 80 persen sedangkan 20 persen ke negara," kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Babel, Amir Syahbana disela-sela kesibukannya Kamis (7/10/2021) siang. 

"Diketahui sejak 2018 hingga 2020, pemerintah pusat masih kurang salur terkait DBH ini sebesar Rp 35 miliar, disebabkan kondisi kas negara," ujarnya. 

Lanjutnya pembagian DBH ini berdasarkan mekanisme Kementerian Keuangan di tahun 2021 ini sesuai Keputusan Presiden RI tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun 2021 untuk Provinsi Babel, hanya mendapat DBH dari sektor minerba ini sebesar Rp 80 miliar, dari realiasasi PNBP hingga pertengahan tahun ini sudah tercapai.

"Akhirnya direvisi tentang DBH ini oleh Kementerian Keuangan, namun belum bisa disalurkan oleh Kementerian Keuangan disebabkan kondisi keuangan negara," jelas Amir. 

"Makanya untuk tahun 2021 ini belum bisa diketahui kapan akan direalisasikan, sebab yang lama saja masih ada kurang salur itu," paparnya. 

Ditambabkannya untuk formula DBH ini sudah ditentukan dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 5 Tahun 2005, sedangkan Dinas ESDM Babel disini hanya menginventarisir PNBP dari sektor timah ini sudah berapa persen terealisasinya. 

"Lalu dikonversikan dengan anggaran pengaturan DBH apakah sesuai dengan laporan yang ada," tandas Amir. 

"Di tahun 2021 ini hingga bulan Juli sudah mencapai 80 persen, artinya sangat optimis pada tahun 2022 ini bisa lebih melampaui target. Apalagi harga timah semakin bagus, maka dari itu kami minta anggaran DBH itu direvisi supaya lebih baik lagi," pungkasnya. (dwi/wb)



MEDSOS WOWBABEL