Timah dan Nikel Pimpin Penurunan Harga Logam

Tim_Wow    •    Senin, 27 September 2021 | 17:57 WIB
Ekonomi
Ilustrasi (net)
Ilustrasi (net)

PANGKALPINANG, www.wowbabel.com -- Harga logam di pasar dunia mulai berguguran jelang akhir sesi pasar Senin (27/9/2021) petang.  Dipimpin oleh penurunan harga timah dan nikel yang anjlok paling tinggi.

Penurunan harga logam sebagai  dampak perluasan pembatasan listrik di Cina, yang diberlakukan untuk menjaga emisi tetap terkendali. Pabrik peleburan dan industri hilir timah dibatasi untuk produksi.

Harga nikel di London Metal Market (LME) turun sebanyak 2,9% menjadi US$18.820 per ton, sementara timah anjlok sebanyak 3,2% menjadi US $35.370 per ton, turun dari rekor tertinggi hari Jumat. 

Timah di Shanghai Futures Exchange (ShFE)  dibuka lebih dari 3% dengan  puncak harga terringgi sepanjang masa,  jatuh 4% di akhir sesi.

Lembaga analis pasar ING menggambarkan langkah-langkah pembatasan energi ini sebagai "pedang bermata dua," untuk logam.  Pembatasan peleburan berarti pasokan berkurang dan positif untuk harga. Namun, itu juga mempengaruhi konsumen semi-fabrikasi dan hilir, yang negatif untuk harga.

Harga logam dasar Shanghai  bervariasi pada Senin (27/9/2021) pagi. Untuk logam timah diperkirakan akan bertahan di puncak harga tertinggi akibat peleburan dan industri hilir di Cina belum beroperasi penuh akibat kebijakan kontrol  yang  intensif terhadap logam.

Harga timah  di SHFE  mencapai level tertinggi di 290.000 yuan metrik ton selama sesi  Jumat lalu. Laporan Shanghai Metal Markets  jika pabrik peleburan timah  masih belum  berproduksi sehingga  persediaan timah  pada tingkat yang rendah dan pasar spot yang ketat. 

Akibat persedian ini membuat sentimen harga menjadi  negatif di pasar.karena mempengaruhi konsumen di industri hilir. (wb)



MEDSOS WOWBABEL