Laka Tambang, Operator Bersama Alat Berat Tertimbun Tanah di Sinar Surya

Chairul Aprizal    •    Senin, 27 September 2021 | 18:51 WIB
Lokal
Ilustrasi.(net)
Ilustrasi.(net)

TEMPILANG,www.wowbabel.com --Seorang operator alat berat excavator dikabarkan tewas sudah seminggu yang lalu karena tertimbun tanah yang longsor saat melakukan aktivitas penambangan di Desa Sinar Surya, Kecamatan Tempilang.

Kabar ini tidak dibantah oleh Kepala Desa Sinar Surya Yurizaldi yang akrab dipanggil Tukel membenarkan kejadian penambangan yang biasa dikenal TN itu sudah menelan korban.

"Kita tidak tahu banyak tentang aktivitas itu tapi kalau pemberitahuan ke desa ada cuma kasih tahu ada aktivitas, cuma lahan pribadi itu" Kata Kades, ditemui, Senin (27/09/2021), di kantornya.

Kades tidak tahu pasti bahwa aktivitas penambangan itu masuk dalam IUP PT Timah Tbk atau tidak tapi yang diketahui jelasnya kalau itu lahan pribadi milik Sumianto.

"Untuk sementara sih mereka itu mengatasnamakan pribadi, saya juga kurang tahu nama bosnya itu siapa, kalau yang tukang ngurusnya itu di sini," tuturnya.

Tukel menyebutkan selaku kepala desa tidak tahu apa-apa terkait penambangan tersebut hanya mengetahui ada kabar yang tewas tertimbun bersama alat berat saat menambang.

"Lokasinya ini memang ku juga tidak tahu Binting itu dimana, tapi nama lokasinya Binting, saya tidak ke sana waktu kejadian itu saya cuma dapat informasi sudah sampai dibawa ke rumah duka juga," sebutnya.

Kades menuturkan penambangan tersebut dilakukan di tanah milik Sumianto warga yang pernah tinggal di Tempilang dan sekarang sudah tinggal di Pangkalpinang.

"Untuk pemilik CV nya saya tidak tau, soalnya laporan yang masuk hanya si A, B kalau pengurus PC Toni. Kalau untuk kejadian yang mengakibatkan karyawan meninggal saya tahu, tapi tidak turun ke lapangan yang menangani pihak kepolisian," tukas Yurizaldi.

Sementara dihubungi pengurus tambang dari CV Teman Jaya, Toni mengatakan dirinya sedang berada di luar kota sehingga belum dapat memberikan penjelasan terkait kejadian meninggalnya operator alat berat.

"Pengurusnya pada di luar kota semua, sama masalah tambang kan belum jalan jadi pengurusnya pada pulang semua" kata Toni.

Pihak Polsek Tempilang melalui Kapolsek Ipda Mulia Renaldi menjelaskan  kejadian tersebut adalah laka kerja di tambang.

"Berita itu sebenarnya sudah seminggu yang lalu cuma saya kan dalam lidik ini. Bukan ilegal, ini resmi. Makanya ini laka kerja mau diketahui dulu human errornya dimana," jelasnya.

Ipda Mulia menuturkan proses penyelidikan diambil alih oleh Polres Bangka Barat sekarang sehingga Polsek hanya ambil keterangan awal saja.

"Mitra PT Timah ini mereka kami kan sudah ambil keterangan dari Timah bahwa memang benar ini mitranya, nama CV TJ (Teman Jaya-red) kalau ada indikasi ke tindak pidana tetap kita proses," kata kapolsek saat diwawancarai.

Kapolsek menerangkan kejadian tersebut pada saat operator sedang bekerja menggunakan headset tiba-tiba tanah longsor menimbun korban bersama alat beratnya.

Sehingga pihak kepolisian sedang mendalami penyebab laka kerja di tambang tersebut dikarenakan human error dari mitra CV TJ pemilik Joni atau anak buahnya yang bekerja.

"Lokasi di Desa Sinar Surya. Kemarin itu kan belum sempat diangkat (Excavator-red) tepatnya kejadian tanggal 18 September," tutupnya.(rul/wb) 



MEDSOS WOWBABEL